Merawat Sisa Kejayaan Apel di Desa Tulungrejo, Kota Batu

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji bukan sekadar nama besar dalam peta pariwisata Kota Batu. Sejarah mencatat desa ini sebagai fondasi utama kejayaan buah apel di Jawa Timur sejak era 1970-an.
Ketangguhan masyarakatnya dalam mengelola potensi desa membuahkan hasil. Salah satunya pada tahun 2024 lalu, saat Kementerian Dalam Negeri menobatkan Desa Tulungrejo sebagai Desa Terbaik I Nasional di Regional 2 Jawa Timur.
Namun, di balik piagam penghargaan dan rimbunnya lereng Gunung Arjuno, Desa Tulungrejo sebenarnya sedang berjibaku melawan waktu untuk mempertahankan identitas agrarisnya.
Secara geografis, Tulungrejo berada di posisi yang sangat menguntungkan namun juga menantang. Terletak di ketinggian 1.200 hingga 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl), desa ini memiliki suhu sejuk yang berkisar antara 15-22 derajat Celcius.
Tanah vulkanik yang subur di kaki Gunung Arjuno ini dulunya adalah hamparan pohon apel yang menghidupi ribuan keluarga. Namun menurut anggota Pokdarwis Tulungrejo Arochman Mustofa, sebuah kenyataan getir bahwa kejayaan itu mulai memudar.
Mustofa menggambarkan kondisi pariwisata dan pertanian desa saat ini layaknya formasi sepak bola yang terpaksa berubah.
“Kalau sekitar tahun 2015 untuk pengembangan pariwisata bidang pedesaan kita menyerang dulu, polanya 3-5-2. Tapi untuk tahun 2026 ini kita bertahan di 4-4-2,” ungkapnya.
Hal ini terjadi karena populasi pohon apel menurun drastis. Pohon-pohon tua peninggalan tahun 1974 mulai ditebas karena biaya perawatan yang tinggi dan tak lagi sebanding dengan hasil panen yang kian merosot.
Kekhawatiran Mustofa bukan tanpa alasan. Ia melihat bayang-bayang perubahan identitas dari desa wisata berbasis alam menjadi hutan beton.
“Branding kita masih Kota Apel, tapi apelnya mulai punah. Kalau pemerintah diam saja, nanti Tulungrejo bukan lagi Kota Apel, tapi jadi ‘Kota Beton,” ucapnya.
Sebagai langkah bertahan, masyarakat mulai melakukan diversifikasi. Caranya dengan mengalihkan lahan menjadi wisata petik jeruk, stroberi, hingga tanaman sayur seperti wortel dan bawang putih untuk menyambung napas ekonomi.
Meski demikian, daya tarik Tulungrejo tetaplah magnet yang luar biasa. Wisatawan bisa menemukan jejak kejayaan masa lalu di Taman Rekreasi Selecta atau Living Museum Selecta yang legendaris.
Selain itu Anda bisa juga mencari ketenangan spiritual di Pura Luhur Giri Arjuno yang megah di tengah perkebunan Dusun Junggo. Bagi pencinta petualangan, wisata Coban Talun menawarkan sensasi offroad dan camping tematik di tengah hutan pinus.
Selain itu ada juga Dusun Kuliner yang memanjakan lidah pengunjung di tengah hamparan bunga yang indah.
Bagi Anda yang ingin merasakan langsung suasana Desa Terbaik Nasional ini, akses menuju lokasi cukup mudah, tapi tetap perlu kewaspadaan karena jalur yang menanjak.
Dari arah Kota Malang, arahkan kendaraan Anda menuju barat melewati Simpang Pendem (Pos Polisi). Setibanya di sana, ambil jalur lurus menuju arah pusat Kota Batu. Setelah mencapai Alun-alun Kota Batu, lanjutkan perjalanan ke arah utara menuju Kecamatan Bumiaji.
Ikuti jalur utama yang menanjak ke arah Selecta atau arah Sumber Brantas melalui Jalan Raya Junggo. Seiring bertambahnya ketinggian, udara akan semakin dingin dan Anda akan disambut oleh gerbang-gerbang wisata. Serta hamparan perkebunan yang menjadi napas hidup masyarakat Desa Tulungrejo.
Jika Anda berencana berkunjung, akan lebih baik untuk datang lebih awal, terutama pada akhir pekan. Supaya Anda terhindar dari kepadatan lalu lintas yang kerap memenuhi jalur utama Kecamatan Bumiaji.
Editor: Intan Refa




