Jalan Jalan Plus

Desa Gunungsari, Surganya Mawar dan Susu Sapi di Lereng Utara

Sentra dan wisata susu sapi perah di Dusun Brau, Desa Gunungsari. (Foto: Asrur Rodzi)
Sentra dan wisata susu sapi perah di Dusun Brau, Desa Gunungsari. (Foto: Asrur Rodzi)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Lokasi Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji memang cukup terpencil dibandingkan desa lain di Kota Batu. Letaknya ada di sisi utara melewati Desa Sumberjo. Untuk sampai ke sana, dari Simpang Patih, Anda bisa belok ke utara.

Setelah melewati Desa Sumberjo, Anda sudah dekat dengan Desa Gunungsari. Memasuki desa ini, Anda akan disambut dengan pemandangan perkebunan bunga yang terhampar di seluruh wilayah.

Secara administratif, desa yang memiliki bentang alam luas ini terbagi menjadi lima wilayah dusun utama, yaitu Pagergunung, Kapru, Brumbung, Jantur, dan Brau. Batas-batas geografisnya pun terpetakan dengan sangat jelas.

Di sisi barat, Desa Gunungsari berbatasan langsung dengan Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Di sisi selatan berbatasan dengan Desa Punten dan Desa Sumberjo. Lalu di sisi timur berbatasan langsung dengan Desa Sidomulyo yang dipisahkan secara alami oleh bentang aliran sungai.

Sejarah

Menilik akar sejarahnya, Gunungsari termasuk salah satu pemukiman tua di lereng Kota Batu. Dokumen peta kuno peninggalan kolonial Belanda dari tahun 1800-an menunjukkan bahwa nama Gunungsari beserta jejaring dusunnya sudah eksis dan tercatat secara kartografis. Jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Unsur historis purba juga terekam kuat di Dusun Jantur melalui penemuan objek cagar budaya berupa lumpang batu atau gentong batu purba berukuran raksasa. Sayangnya, hingga saat ini situs tersebut belum melewati proses penelitian arkeologis secara mendalam oleh dinas purbakala.

Potensi desa

Wisata petik mawar di Desa Gunungsari. (Foto: Asrur Rodzi)
Wisata petik mawar di Desa Gunungsari. (Foto: Asrur Rodzi)

Menurut Kepala Desa Gunungsari Andi Susilo, mayoritas penduduk di desanya memang berprofesi sebagai petani bunga. Jadi, setiap hari banyak sekali aktivitas petani bunga hilir mudik membawa potongan bunga di sepeda motor mereka.

Andi mengungkapkan sebenarnya dulu mayoritas warga menggantungkan hidup dari bertani sayur-mayur. Namun, fluktuasi harga sayur yang sangat tinggi di pasar sering kali membuat pendapatan petani tidak menentu dan rentan merugi. Hal inilah yang memicu peralihan massal ke budidaya mawar potong yang nilai jualnya jauh lebih stabil, konstan, dan dapat diprediksi.

“Walaupun hasilnya didapat sedikit demi sedikit, tetapi pendapatannya sudah bisa dihitung dan diprediksi oleh petani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelas Andi Susilo.

Andi yang juga tumbuh sebagai seorang petani mawar sejak kecil, berusaha meningkatkan nilai tawar komoditas andalan ini. Pihaknya tengah mematangkan konsep desa wisata berbasis edukasi pertanian.

Langkah konkret tersebut terwujud melalui rencana pembangunan rest area baru di Dusun Brumbung. Proses penataan lahan menggunakan alat berat bahkan sudah mulai berjalan secara bertahap.

Wisatawan nantinya tidak hanya sekadar membeli bunga potong secara konvensional. Melainkan juga diajak untuk menikmati suasana persawahan yang asri dan belajar langsung mengenai proses budidaya dari para petani lokal. Konsep ini harapannya mampu mendongkrak harga jual mawar menjadi jauh lebih tinggi dari harga dagang biasa.

“Nanti wacana untuk pertanian yang sesuai visi misi saya itu kan pada desa wisata berbasis pertanian. Artinya edukasi ke pertaniannya,” jelasnya.

Selain pesona hamparan mawar yang mendominasi lanskap Dusun Pagergunung, Dusun Kapru dan Dusun Brumbung, sektor peternakan sapi perah di Desa Gunungsari juga relatif kompetitif.

Peternakan sapi perah ini berpusat di Dusun Brau dan Dusun Jantur. Rasio populasinya juga tergolong sangat unik. Dari sekitar 500 penduduk yang menetap di sana, jumlah populasi sapi perah yang dipelihara justru mencapai lebih dari 800 ekor.

Produktivitas susu segar yang melimpah ini dikelola secara modern melalui koperasi lokal yang dirintis oleh tokoh peternak setempat, Munir. Koperasi mandiri ini tidak hanya sukses menyuplai bahan baku ke perusahaan multinasional seperti Nestlé. Tetapi juga berhasil menjalin kerja sama dengan investor luar untuk mendirikan pabrik pengolahan keju yang berlokasi dekat dengan area peternakan.

Langkah strategis ini terbukti efektif menyerap langsung hasil perasan susu murni milik warga Brau untuk diolah menjadi produk turunan bernilai tinggi seperti keju, stik susu, hingga permen susu. Eksotisme peternakan Brau dan keberadaan Rumah Susu ini bahkan sempat mengundang perhatian figur publik nasional, termasuk kelompok pesohor “The Dudas Minus One” saat melakukan kunjungan berkendara ke Kota Batu.

Hubungan emosional yang kuat antara kawasan terpencil Dusun Brau dengan lingkar luar pariwisata Kota Batu sebenarnya sudah terbangun erat sejak era kepemimpinan almarhum Edi Rumpoko. Di masa lalu, Edi Rumpoko memiliki perhatian yang sangat besar terhadap dusun ini. Bahkan kerap menjadikannya rute favorit saat touring.

Di sisi lain, untuk memutus rantai keterisolasian akses dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perbatasan, Edi memprakarsai pembangunan SD-SMP 1 Atap di Dusun Brau.

Di desa ini, penduduk tetap konsisten merawat adat istiadat leluhur melalui ritual Bersih Desa. Berbeda dengan desa-desa lain yang memusatkan anggaran dan pelaksanaan acara di tingkat kantor desa. Ritual pembersihan spiritual dan sosial di Gunungsari diselenggarakan secara mandiri oleh masing-masing dusun.

Setiap dusun telah memiliki hitungan hari adat dan kalendernya sendiri. Sementara pemerintah desa berfungsi sebagai fasilitator yang menyesuaikan dukungan anggaran.

Melalui perpaduan antara kemandirian ekonomi petani mawar, modernisasi hilirisasi susu sapi perah, serta rencana integrasi infrastruktur pariwisata edukatif lewat pembangunan rest area, Gunungsari perlahan mengikis keterisolasian geografisnya. (adv)

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x