DLH Kota Batu Gagas 10 TPS 3R Baru dan Biodigester di Pasar Among Tani

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Rencananya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu akan memprioritaskan pemanfaatan dana hibah Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) untuk memperkuat sistem pengolahan sampah dari hulu. Tujuannya, agar proses pemilahan dan pengolahan sampah dapat diselesaikan mulai dari lingkungan desa, kelurahan, hingga pusat-pusat aktivitas ekonomi.
Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan menjelaskan bahwa paradigma pengelolaan sampah saat ini tidak lagi berfokus pada penanganan di hilir atau tempat pembuangan akhir (TPA). Sebaliknya, pengelolaan harus dimulai dari sumber penghasil sampah agar volume sampah yang dibuang ke TPA dapat terus ditekan.
Dian mengusulkan pembangunan 10 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) komunal di sejumlah titik strategis. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mengurangi beban pengangkutan sampah menuju TPA.
“Untuk penggunaannya memang didahulukan untuk proses pengolahan sampah hulu. Jadi kita akan bangun beberapa TPS 3R komunal baru dengan LSDP ini. Terus peningkatan SDM dan penyediaan sarana-prasarana dasar untuk di hulu. Itu kita lakukan,” kata Dian Fachroni.
Selain kawasan permukiman, pasar tradisional juga menjadi perhatian utama. Sebagai kota wisata, pasar menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar setiap hari. Khususnya sampah organik yang berasal dari sisa sayuran, buah-buahan, dan bahan pangan lainnya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, pihaknya turut mengusulkan pembangunan fasilitas biodigester di Pasar Induk Among Tani melalui program ini. Teknologi ini dirancang untuk mengolah sampah organik secara mandiri di kawasan pasar sehingga tidak perlu seluruhnya dibuang ke luar area.
“Salah satunya yang kita ajukan juga biodigester di Pasar Induk Among Tani. Sehingga bisa pengelolaan sampah organik mandiri di sana,” lanjut Dian.
Melalui teknologi biodigester, sampah organik yang selama ini berpotensi menimbulkan bau tidak sedap akan diproses secara anaerobik menjadi energi alternatif berupa biogas. Selain menghasilkan energi, proses tersebut juga menghasilkan pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian.
Editor: Intan Refa




