Consology

Rumah Tangga Retak di Usia Senja (Gray Divorce)

Consologi Edisi 3 Juni 2026,"Rumah Tangga Lama, Retak di Usia Senja (Grey Divorce)"
Consologi Edisi 3 Juni 2026,”Rumah Tangga Lama, Retak di Usia Senja (Gray Divorce)”

CITY GUIDE FM, CONSOLOGI – Fenomena Gray Divorce tampaknya semakin banyak terjadi. Melansir Bloomberg Technoz, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag sepanjang 2020-2024 mencatat angka cerai dari kelompok usia 52 tahun ke atas mencapai 202.333 orang.

Sedangkan kelompok usia 31-33 tahun mencapai 176 ribu orang. Dosen Psikologi Universitas Merdeka Malang Dr Agustin Rahmawaty SPSi MSi Psikolog, menjelaskan gray divorce ini merujuk pada perceraian yang terjadi pada pasangan usia matang. Di mana pernikahan sudah berjalan puluhan tahun, bahkan anak-anaknya telah mandiri secara finansial maupun emosional.

Hal ini menunjukkan bahwa pernikahan yang tampak awet dan harmonis, ternyata bisa juga mengalami perpecahan.

“Ada beberapa yang yang mungkin menyebabkan terjadinya perceraian di usia itu ya. Salah satunya adalah emptiness syndrome atau sindrom sarang kosong,” terangnya.

Maksudnya, pasangan suami istri mengalami kekosongan setelah anak-anak yang dulu jadi perhatian utama dan pelipur kesepian mulai meninggalkan rumah. Sehingga, banyak pasangan merasakan kekosongan peran dan ingin mencari makna baru dalam hubungan mereka.

Selain itu masa pensiun turut membawa perubahan rutinitas. Saat lebih banyak waktu di rumah tanpa kegiatan di luar, bisa saja memunculkan konflik yang sebelumnya tersembunyi.

Faktor lain adalah perselingkuhan dan kultur orang Indonesia yang menahan atau menunda perceraian demi kebahagiaan anak. Agustin mengungkapkan tanda-tanda hubungan mulai merenggang menuju perpisahan.

“Sebenarnya sangat mudah terlihat. Misalnya komunikasi yang sudah tidak intensif, jarang ada pembicaraan kecuali yang hal-hal penting. Itu kan sudah mulai tidak berfungsi dalam satu keluarga. Jarang ada waktu tersendiri untuk bercerita, saling cerita aktivitas masing-masing,” lanjutnya.

Agustin mengatakan komunikasi adalah kunci penting dalam rumah tangga. Ketika itu sudah tidak ada, termasuk canda tawa, itu sudah menjadi pertanda kejenuhan dalam hubungan.

Apa dampak perceraian di usia tua?

Dampak gray divorce tidak melulu negatif. Menurut Agustin, kesehatan mental bisa membaik jika perceraian terjadi secara damai. Tapi, ada juga malah memunculkan depresi terutama pada pihak tergugat.

“Ada juga dampak yang lain. Stigma masyarakat kita itu masih menganggap perceraian itu bukan sesuatu yang baik. Banyak masyarakat yang belum bisa menerima bahwa perceraian adalah sebuah langkah terbaik. ‘Kenapa bercerai sudah tua, kenapa tidak dari dulu-dulu, usia kita tinggal berapa sih’, dan seterusnya,” lanjut Agustin.

Di sisi lain, bercerai ketika anak-anak sudah dewasa cenderung lebih bisa menerima dan memahami. Bahkan ada yang menyarankan perceraian demi kedamaian kedua orang tuanya.

Lebih jauh, Agustin memberikan saran kepada pasangan suami istri agar terhindar dari kekosongan hubungan. Cara paling pertama adalah memperbaiki komunikasi tetap terbuka, intensif, tidak menghakimi dan saling mendengarkan.

“Kemudian menyediakan waktu untuk berbicara. Karena kadang-kadang kesibukan jadi tidak sempat komunikasi,” jelasnya.

Lalu tidak ada salahnya mengingat kembali momen-momen bahagia untuk menyegarkan hubungan yang mulai hambar. Lakukan refleksi dan bantuan profesional bila perlu untuk membantu mengatasi konflik yang menumpuk.

Terakhir, lamanya pernikahan tidak menjamin hubungan suami istri kedekatan emosi yang mendalam. Jenuh dalam berumah tangga merupakan hal yang wajar, tapi bukan alasan menyerah begitu saja. Perceraian bisa saja menjadi solusi terakhir tapi bukan yang diinginkan semua orang. Maka, menjaga komunikasi tetap efektif dan hangat jadi langkah penting menjaga keharmonisan rumah tangga.

Simak di sini:

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x