Ekonomi dan Bisnis

Naik 128 Persen, Minat Investasi Kabupaten Malang Melesat

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Iding Pardi. (Foto: Intan Refa)
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Iding Pardi. (Foto: Intan Refa)

CITY GUIDE FM, JAKARTA – Secara makro, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Iding Pardi mengemukakan bahwa jumlah investor tahun 2026 berjalan telah tumbuh 11 juta. Jika ditotal, jumlah investor yang menanamkan saham mencapai 31 juta. Artinya 1 persen dari total penduduk Indonesia telah menjadi investor yang aktif di bursa saham.

Hal ini menunjukkan bahwa literasi masyarakat seputar investasi terus meningkat. Iding menjelaskan bahwa naik turunnya nilai saham mencerminkan ekspektasi investor terhadap ekonomi di masa depan.

“Kalau turun, sebenarnya mencerminkan ekspektasi yang agak suram. Kalau naik, ekspektasinya baik meskipun itu ada banyak faktor. Bukan hanya perusahannya, tapi juga kebijakan pemerintah. Kemudian indikator makroekonomi, inflasi, suku bunga, nilai tukar rupiah, kebijakan asing turut mempengaruhi pergerakan harga saham,” jelas Iding saat menerima kunjungan dari OJK Malang, Rabu (16/9/2026).

Baca juga:

Terbujuk Untung, IRT Kota Malang Malah Kena Investasi Buntung

Pertumbuhan investor tersebut juga selaras dengan kondisi pasar modal di Malang Raya. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Farid Faletehan mengutarakan pertumbuhan investor di Kabupaten Malang melesat naik sebesar 128 persen. Mengungguli Kota Malang yang hanya naik sebesar 16 persen. Sedangkan Kota Batu jumlah investornya tumbuh 63 persen.

“Semakin banyak masyarakat yang paham mengenai investasi. Mereka melihat potensi pendapatan dari investasi sudah jelas, meskipun ada potensi rugi. Tapi tetap saja, mereka yakin karena ini bukan investasi bodong,” kata Farid.

Seperti Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan juga menunjukkan pertumbuhan investor yang cukup signifikan yaitu sebesar 112 persen. Menurut Farid, pertumbuhan ini tidak terlepas dari peran kepala daerah yang melek investasi.

“Bupati Pasuruan itu asli investor canggih. Saya pernah diskusi, beliau langsung paham semua itu. Seperti bagaimana cara transaksi saham, penyelenggaraannya apa saja dia tahu. Mungkin karena itu, dia sosialisasi (ke warganya) sehingga meningkatnya juga signifikan,” lanjutnya.

Secara keseluruhan, total Single Investor Identification (SID) di wilayah kerja OJK Malang meliputi Malang Raya, Kota/Kabupaten Pasuruan dan Kota/Kabupaten Probolinggo berjumlah 582.443 SID per Juli 2026. Angka ini naik 78,4 persen dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini turut mengerek nilai transaksi saham 62,9 persen dengan frekuensi transaksi melejit hingga 85 persen. Begitu pula volume transaksi saham naik 76 persen.

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Visual Radio

x