Muncul Gejala Mirip Flu, Bisa Jadi Flu Like Syndrome

CITY GUIDE FM, KOTA BATU — Batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan hingga badan terasa lemas mudah dianggap sebagai flu biasa. Bisa jadi itu adalah Flu Like Syndrome (FLS) atau kondisi dengan gejala menyerupai flu yang termasuk dalam infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batu dr Icang Sarrazin mengatakan belum ada peningkatan kasus ISPA yang berkaitan FLS.
“Untuk kondisi Kota Batu, sampai saat ini belum ada laporan terkait hal Flu Like Syndrome masuk ke tempat kami, Dinas Kesehatan,” kata Icang.
Baca juga:
Heboh Superflu, Dinkes Kota Malang Minta Masyarakat Tak Panik
Dalam sistem surveilans WHO, istilah yang digunakan adalah influenza-like illness (ILI). Kondisi ini merupakan infeksi saluran pernapasan akut dengan demam terukur minimal 38 derajat Celsius dan batuk yang muncul dalam 10 hari terakhir.
WHO menjelaskan bahwa infeksi influenza secara klinis sulit dibedakan dari sejumlah infeksi saluran pernapasan lainnya. Artinya, seseorang yang mengalami demam dan batuk tidak perlu langsung menyimpulkan dirinya terkena influenza. Penyebabnya dapat berbeda dan tingkat keparahannya juga tidak sama.
Kewaspadaan tetap diperlukan ketika gejala memburuk, berlangsung terus-menerus, atau muncul tanda bahaya seperti kesulitan bernapas, nyeri dada, kebingungan, atau kondisi tubuh yang semakin lemah. Kelompok tertentu seperti anak kecil, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat influenza.
Menurut Icang, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh dan menjaga kebersihan lingkungan. Ia menyebut perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk mencuci tangan dan menggunakan masker pada kondisi tertentu, menjadi salah satu langkah pencegahan.
“Antisipasinya tetap nomor satu adalah PHBS. Lingkungan harus bersih dan sehat. Contohnya rajin cuci tangan dan wajib memakai masker jika berkumpul di tempat yang berdebu atau di lapangan yang banyak orang. Simpel, tapi biasanya susah dilaksanakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Editor: Intan Refa





