SD di Kota Malang Kembali Kekurangan Murid, Nyaris Merata

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Sekolah dasar (SD) di Kota Malang kembali menghadapi tantangan kekurangan murid pada tahun ajaran 2026/2027. Kondisi ini nyaris merata di berbagai wilayah kecamatan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana membenarkan. Ia menyebut sekitar 20 persen dari 195 SD di Kota Malang minim peminat pada penerimaan siswa tahun ini.
“SD ada yang kekurangan siswa. Datanya masih update, tapi kurang lebih sekitar 20 persen dari total sekolah,” ujar Suwarjana.
Ia melihat persoalan kekurangan murid tidak terkonsentrasi di satu kawasan tertentu. Melainkan tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kota Malang.
“Merata. Di setiap kecamatan pasti ada,” katanya.
Salah satunya adalah SDN Tulusrejo 4, Kecamatan Lowokwaru. Hingga saat ini, sekolah tersebut baru menerima enam pendaftar siswa kelas 1.
Kepala SDN Tulusrejo 4 Purnomo mengungkapkan jumlah itu masih jauh dari kuota ideal sebanyak 28 siswa. Tapi Purnomo menyebut jumlah ini lebih baik daripada tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan dua siswa baru.
“Sementara masih enam siswa yang mendaftar. Lumayan dibanding tahun lalu hanya dua siswa,” ujarnya, kepada Reporter City Guide FM, Jumat (12/6/2026).
Pendaftaran secara daring di sekolah tersebut memang telah ditutup, tapi jalur luring masih dibuka hingga kuota terpenuhi. Ia menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan rendahnya jumlah peserta didik baru di sekolahnya.
Salah satunya adalah lokasi sekolah yang berdekatan dengan SD negeri lain, yakni SDN Tulusrejo 1. Sehingga terjadi semacam persaingan perekrutan siswa dalam radius yang sama.
Selain itu, minimnya jumlah anak usia masuk SD di lingkungan sekitar sekolah turut memengaruhi rendahnya angka pendaftar. Serta faktor distribusi rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri yang belum merata.
“Di wilayah Lowokwaru ada sekolah negeri yang memiliki dua sampai tiga kelas paralel. Akibatnya penyebaran siswa menjadi kurang merata,” jelasnya.
Tahun ini, SDN Tulusrejo 4 meluluskan 16 siswa. Dengan tambahan enam murid baru, total siswa aktif sementara mencapai 36 anak. Jumlah itu diperkirakan bertambah menjadi 37 siswa karena terdapat satu calon siswa mutasi yang telah mengajukan perpindahan untuk tahun ajaran baru.
Di tengah keterbatasan jumlah siswa, pihaknya tetap berupaya menjaga kualitas pembelajaran. Saat ini, SDN Tulusrejo 4 memiliki tenaga pendidik yang terdiri dari guru kelas, guru mata pelajaran, tenaga administrasi, hingga penjaga sekolah.
Pihak sekolah juga mulai mengubah strategi untuk menjaring peserta didik baru dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Selain itu, ia juga melakukan pendekatan langsung kepada warga sekitar melalui berbagai kegiatan sekolah.
“Kami tetap konsisten memberikan pelayanan pendidikan yang optimal. Kalau jumlah siswa meningkat tentu akan menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak dalam belajar,” pungkasnya.
Editor: Intan Refa




