Polresta Malang Kota Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana di Flores

CITY GUIDE FM, MALANG KOTA- Polresta Malang Kota menyalurkan bantuan bencana untuk warga Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Posko Peduli Flores di Jalan Mayjend Pandjaitan, Kecamatan Klojen, Senin (24/8/2026). Bantuan tersebut berupa uang tunai Rp11 juta dan satu truk berisi berbagai kebutuhan logistik. Antara lain bahan pangan, pakaian, perlengkapan tidur, perlengkapan kebersihan, kebutuhan perempuan dan anak, serta obat-obatan.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS datang langsung ke posko bersama Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandy Siregar dan Kapolsek Klojen Kompol Riyan Wahyuningtiyas. Danang mengatakan bantuan tersebut tidak hanya untuk masyarakat di NTT. Tetapi juga mahasiswa asal NTT terdampak bencana yang berada di Kota Malang.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap bisa bermanfaat untuk saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” ujar Danang.
Baca juga:
UB Bebaskan UKT 190 Mahasiswa Terdampak Bencana Aceh Sumatra
Danang juga meminta mahasiswa asal Flores yang berada di Kota Malang tetap melanjutkan pendidikan dan menjaga komunikasi dengan lingkungan sekitar. Koordinator Posko Peduli Flores George Da Silva mengatakan bantuan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang terdampak bencana. Posko kolaborasi Forum Pemuda NTT (FP NTT) Malang Raya, Flobamora Batu, dan Paguyuban Sesepuh NTT ini akan berdiri sekitar empat bulan.
“Posko ini dibentuk untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita. Khususnya mahasiswa asal Flores yang berada di Malang Raya. Sebagian orang tua mereka terdampak gempa dan harus mengungsi sehingga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan anak-anaknya,” ujar George.
Malang Raya menjadi salah satu daerah tujuan pendidikan bagi mahasiswa asal NTT. Dari sekitar 21.000 mahasiswa NTT yang tersebar di berbagai perguruan tinggi, ia mengestimasi 10.000 hingga 15.000 mahasiswa berasal dari Flores.
Baca juga:
BPBD Kota Batu Susun Rencana Siaga Karhutla, Fokus ke Lereng Arjuno Welirang
Hingga kini, posko telah mencatat lebih dari 3.600 mahasiswa terdampak yang membutuhkan bantuan. Pendataan masih terus dilakukan karena setiap hari terdapat mahasiswa yang melaporkan kondisi keluarganya.
Posko ini juga membantu mahasiswa dalam berkoordinasi dengan pihak kampus terkait administrasi pendidikan. Serta kemungkinan penangguhan atau penyesuaian kegiatan perkuliahan bagi mahasiswa yang terdampak. Ketua Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) Agustinus Tedja Bawana mengatakan pihaknya akan terus mendukung kegiatan Posko Peduli NTT dan berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan mahasiswa terdampak.
George menambahkan, bantuan pemerintah untuk wilayah terdampak di NTT sudah cukup banyak. Karena itu, posko yang berada di Kota Malang lebih fokus untuk membantu mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di kota ini.
“Yang menjadi fokus kami di sini adalah adik-adik mahasiswa yang jauh dari daerah asal dan membutuhkan bantuan selama masa pemulihan,” katanya.
Editor: Intan Refa





