PHRI Kota Batu Dorong Kafe Terus Berinovasi

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Pelaku usaha kafe di Kota Batu harus terus berinovasi agar mampu bertahan di tengah persaingan industri kuliner yang semakin ketat. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu menilai perubahan tren konsumen yang relatif cepat membuat pelaku usaha tidak bisa hanya mengandalkan konsep yang sempat viral.
Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan karakter konsumen saat ini sangat dipengaruhi media sosial. Menurutnya, kafe yang tidak melakukan pembaruan konsep berisiko kehilangan daya tarik setelah euforia awal mulai mereda.
“Karakter konsumen sekarang sangat dinamis. Kalau sebuah kafe sudah berjalan beberapa tahun tanpa melakukan rebranding, orang merasa tidak ada hal baru untuk dibagikan di media sosial. Karena itu, rebranding menjadi hal yang penting bagi pelaku usaha F&B,” ujarnya.
Sujud menjelaskan kondisi pasar di Kota Batu berbeda dengan Kota Malang. Jika Malang ditopang oleh aktivitas mahasiswa yang menciptakan pasar harian, Kota Batu lebih bergantung pada kunjungan wisatawan saat akhir pekan maupun musim liburan.
Menurutnya, karakter pasar wisata membuat pengunjung cenderung mencari pengalaman baru setiap kali berkunjung. Karena itu, kafe yang tidak memiliki keunikan atau gagal menghadirkan pembaruan akan lebih sulit mempertahankan pelanggan.
Ia menambahkan, pelaku usaha perlu membaca perkembangan pasar dengan melakukan berbagai inovasi, mulai dari penyegaran konsep, pembaruan menu, hingga peningkatan kualitas pelayanan.
“Jangan menunggu pengunjung mulai sepi baru berbenah. Perubahan harus dilakukan sebelum tren bisnis menurun agar daya tarik usaha tetap terjaga,” pungkasnya.
Editor: Intan Refa





