Ekonomi dan Bisnis

Harga Daging Sapi Terus Melejit, Ini Kata Kadiskopindag Kota Malang

Kadiskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi sidak daging sapi ke pasar tradisional. (Foto: Heri Prasetyo)
Kadiskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi sidak daging sapi ke pasar tradisional. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Pedagang daging sapi di Kota Malang hanya bisa mengelus dada merasakan kenaikan harga dalam dua pekan terakhir. Salah satu pedagang di Pasar Bunul, Sarpin mengaku omzet penjualannya turun tajam.

“Agak repot jualnya. Pembeli berkurang,” ungkap Sarpin.

Sebelum harga naik, Sarpin mampu menjual sekitar 50 kilogram daging sapi per hari. Namun kini penjualannya merosot jadi sekitar 15 hingga 30 kilogram per hari. Sebagian besar pembelinya merupakan pemilik warung makan.

Daging sapi yang biasa untuk bahan rawon, Sarpin menjualnya Rp140 ribu per kilogram. Sedangkan daging dengan kualitas lebih bagus harganya Rp150 ribu per kilogram. Sementara harga jeroan sapi relatif lebih murah yaitu sekitar Rp60 ribu per kilogram.

Baca juga:

Harga Daging Sapi Tembus Rp160 Ribu/Kg, Pemkot Malang Cari Penyebabnya

Kondisi ini membuat pedagang dilema. Di satu sisi, harga kulakan meningkat dan di sisi lain konsumen mengurangi pembelian.

“Harapannya harga normal lagi, pembeli ramai lagi,” pungkasnya.

Kenaikan harga daging sapi ini membuat Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang Eko Sri Yuliadi melakukan sidak di pasar. Hasilnya, daging sapi di pedagang kini mencapai Rp150 ribu per kilogram, atau naik Rp5 ribu dari harga di Rumah Potong Hewan (RPH).

“Sudah dua mingguan naik sekitar Rp10 ribu, dari Rp140 ribu naik menjadi Rp150 ribu. Kalau dari RPH Rp145 ribu, berarti kenaikannya sekitar Rp5 ribu,” kata Eko, Kamis (13/8/2026).

Menurut Eko, salah satu faktor utamanya adalah ketersediaan sapi lokal yang mulai menipis. Sehingga, RPH maupun para pemotong sapi harus mendatangkan sapi dari luar negeri yang harganya dipengaruhi nilai tukar dolar. Akibatnya, ketika harga sapi hidup meningkat, biaya pemotongan dan harga daging di pasaran ikut terkerek naik.

“Ketersediaan sapi lokal ini sudah menipis. Para pemotong sapi dan RPH sudah mengambil sapi dari luar. Karena sapi dari luar ini mengikuti harga dolar, sehingga harganya menjadi naik,” jelasnya.

Sementara kebutuhan masyarakat terhadap daging sapi juga meningkat. Menghadapi hal ini, Eko mengatakan belum mengambil langkah operasi pasar khusus untuk komoditas daging sapi.

“Kalau daging sementara belum. Kita tetap memantau perkembangan di setiap pasar. Untuk operasi pasar, kita yang terkait sembako atau sembilan bahan pokok. Kalau daging sapi ini kita masih belum memprioritaskan,” terang Eko.

Editor: Intan Refa

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x