Feature

Menanti Bantuan, Asa Kakak Rawat Adik Difabel di Tengah Keterbatasan

Penyandang tuna grahita dan fisik yang tinggal di Kelurahan Tulusrejo, Kota Malang. (Foto: Intan Refa)
Penyandang tuna grahita dan fisik yang tinggal di Kelurahan Tulusrejo, Kota Malang. (Foto: Intan Refa)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Harapan Perida Hari Pertiwi (56) nyaris sirna setelah segala upaya memperjuangkan adik kandungnya, Rudi Harsono (54) tidak membuahkan hasil. Adik laki-lakinya adalah seorang penyandang disabilitas ganda, yaitu tuna grahita dan disabilitas fisik.

Dulu saat fisiknya masih sehat, ia berusaha mencari bantuan, baik pangan maupun rehabilitasi difabel untuk adiknya ke Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang. Dukungan dari dinas dan Kelurahan Tulusrejo pun sempat mengalir. Adik Perida sebenarnya berhak atas bantuan PKH dan disabilitas dari pemerintah.

Tapi semua terhalang karena status administrasinya. Diketahui, KTP milik Perida masih beralamatkan di Kelurahan Bunulrejo, tempat tinggal lamanya yang sudah ia tinggali selama puluhan tahun. Sementara, saat ini ia tinggal di Kelurahan Tulusrejo, dengan mengontrak sebuah rumah kecil di ujung gang.

Penyaluran bantuan pemerintah sudah pasti berdasarkan identitas KTP pemilik agar tepat sasaran. Karena ada ketidaksesuaian antara domisili sekarang dengan alamat yang tertera di KTP-nya, alhasil bantuan tersebut tidak dapat disalurkan. Maka, solusinya adalah dengan mengubah alamat di KTP-nya saat ini.

“Tapi karena ini saya mengontrak dan bayar bulanan, pemilik kontrakan tidak berkenan untuk menjadikan alamat kontrakannya dipakai di KTP saya. Katanya takut risiko. Saya memang sengaja mencari kontrakan yang bayarnya bulanan, soalnya kalau tahunan jujur saya tidak punya uang. Suami saya kerjanya di tempat laundry dan upahnya harian. Upah suami hanya cukup untuk bayar kontrakan, lalu untuk kebutuhan sehari-hari saya ikut bantu setrika,” terang Perida.

Baca juga:

Malang Inklusi: Menakar Manfaat Layanan Terpadu Disabilitas

Akhirnya, pupus sudah harapan mendapatkan bantuan PKH maupun bantuan difabel untuk adiknya. Saat Perida mulai pasrah, semangat untuk adiknya bangkit lagi setelah mendengar pemerintah punya program khusus untuk kesejahteraan lansia.

Ia kembali mengupayakan rehabilitasi dan bantuan untuk adiknya lewat Radio City Guide FM. Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang dan pihak Kelurahan Tulurejo pun kembali merespon permintaan ini dan masih mengupayakan berbagai kemungkinan bantuan. Kali ini, Perida sangat berharap banyak ada solusi konkrit, tidak menggantung seperti sebelumnya.

Apalagi, belakangan ini kondisi kesehatannya terus memburuk. Khususnya kesehatan jantungnya yang ia rasa semakin melemah seiring semakin intensnya sesak napas yang ia alami.

Fisik kaki dan tangannya juga semakin melemah, menyulitkannya untuk sekedar beraktivitas ringan. Pandangan matanya juga semakin kabur. Begitu pula dengan kesehatan adiknya yang sepertinya mengidap asam urat.

“Kami tidak pernah periksa ke dokter, soalnya ya tidak punya uang. Saya dulu pernah ke Puskesmas Kendalsari pakai BPJS, tapi bisanya hanya satu kali. Karena ya itu tadi ada ketidaksesuaian dengan KTP saya. Sekarang saya tidak bisa ke mana-mana, jalan saja sulit,” lanjutnya.

Di tengah kesehatannya yang semakin melemah, Perida memikirkan nasib Rudi. Ia sangat khawatir jika kesehatannya tak kunjung membaik, adiknya akan terlantar. Selama ini hidup Rudi sangat bergantung dengan Perida dan suaminya, Subambang.

“Saya takut, kalau-kalau usia saya tidak panjang, adik saya siapa yang mengurus. Yang bisa saya tuntut adalah pemerintah. Karena ada amanat undang-undang, bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Anggap saja adik saya ini terlantar, walau hidupnya sekarang sama saya,” katanya.

Tidak banyak yang Perida inginkan. Yang paling utama saat ini adalah kejelasan nasib adiknya. Apapun itu solusinya, entah rehabilitasi atau rupa bantuan yang lain, yang paling penting baginya adalah Rudi tidak terlantar.

Setidaknya kata dia, jika sang adik sudah berada di tempat yang aman, lalu Tuhan memanggilnya, ia bisa pergi dengan tenang.

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x