
CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Suasana haru dan penuh harapan mewarnai pemberangkatan 224 jemaah calon haji asal Kota Batu dari Masjid Sultan Agung, pada Rabu (22/4/2026) pagi. Di antara ratusan jemaah yang bersiap menuju Tanah Suci, terselip kisah-kisah menyentuh tentang keteguhan hati dan semangat lintas generasi.
Salah satunya datang dari Leliana Arifa (17), siswi MAN Batu asal Dusun Srebet, Desa Pesanggrahan. Ia tercatat sebagai jemaah termuda dalam rombongan Kloter 4 Surabaya.
Keberangkatannya bukan sekadar perjalanan ibadah, melainkan amanah keluarga. Leliana menggantikan almarhum ayahnya yang telah wafat pada 2021.
Baca juga:
Menanti 13 Tahun, Wali Kota Batu Nurochman Berangkat Haji
“Saya pelimpahan dari ayah. Ayah meninggal karena kecelakaan, jadi porsi hajinya dilimpahkan ke saya,” tuturnya.
Bersama sang Ibunda, Siti Mukhalifah, Leliana mengaku lebih mempersiapkan mental untuk menjalani ibadah di usia muda. Sementara itu, sang ibu mengungkapkan bahwa keluarganya telah mendaftarkan haji sejak tahun 2012.
“Alhamdulillah proses pelimpahannya cepat dan sangat dibantu. Tidak ada biaya tambahan,” ujar Siti.
Sebaliknya, ada pula sosok inspiratif dari Jemaah lanjut usia. Dewi Marijah (84) menjadi jemaah tertua asal Kota Batu tahun ini. Tapi semangat Dewi Marijah tetap menyala. Kondisi fisik dan mentalnya masih cukup prima untuk menjalani rangkaian ibadah haji yang penuh tantangan fisik.
“Kita bersama Ibu Dewi Marijah yang usianya 84 tahun. Maka mari bersama-sama memberikan support membantu beliau dalam menunaikan ibadah nantinya,” ujar Wali Kota Batu Nurochman yang juga mengikuti ibadah Haji tahun ini.
Kehadiran Leliana dan Dewi Marijah seolah menjadi dua ujung spektrum perjalanan hidup, yang bertemu dalam satu tujuan spiritual yang sama. Dari usia belia hingga lanjut usia, seluruh jemaah membawa harapan dan doa menuju Tanah Suci.
Editor: Intan Refa




