NewsTak Berkategori

KPID Jawa Timur : Lembaga Penyiaran di Jawa Timur Harus punya empati dan membantu pemulihan dalam pemberitaan Peristiwa Kanjuruhan

Emmanuel Yosua (Ketua KPID Jatim), Romel Masykuri (Komisioner KPID Jatim), Eko Setyawan (Direktur City Guide 911 FM) dan Diding Yunarto (SM City Guide 911 FM) dalam sesi ngobrol santai di ruang Podcast City Guide 911 FM

Insiden Stadion Kanjuruhan, Sabtu (01/10), yang menewaskan sampai 100 lebih supporter, menjadi perhatian banyak media. Hampir semua media, berlomba untuk menjadi yang pertama, terlengkap dan paling update dalam memberitakan. Hal ini yang kemudian menjadi perhatian Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Jawa Timur.

Sejak awal mulai munculnya pemberitaan insiden Stadion Kanjuruhan, KPID Jawa Timur langsung melakukan koordinasi dan himbauan kepada lembaga penyiaran yang ada di Jawa Timur. Dalam himbauannya, KPID Jawa Timur minta kepada semua lembaga penyiaran, untuk mengutamakan keselamatan jurnalis, dan selalu berpedoman pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Hal ini kembali ditegaskan Emmanuel Yosua-Ketua KPID Jawa Timur, saat mengunjungi Radio City Guide 911 FM, dan ngobrol santai di ruang Podcast, Kamis (06/10). Didampingi Romel Masykuri-Komisioner KPID Jawa Timur, Ketua KPID Jawa Timur berdiskusi dan sharing bersama Eko Setyawan-Direktur City Guide 911 FM, terkait perkembangan insiden Stadion Kanjuruhan.

“Informasi yang beredar di masyarakat sangat dinamis. Terutama yang menyangkut kronologis dan imbas kejadian”. Menurut Yosua, banyak sekali beredar info – info yang tidak jelas dan tidak bisa di pertanggung jawabkan sumbernya. Terutama yang berasal dari media sosial, share di grup chat maupun situs – situs tidak resmi. Hal inilah yang harus diluruskan oleh media, terutama media penyiaran.

“Media atau lembaga penyiaran Jawa Timur, saat ini juga sangat dinamis dan informatif dalam memberitakan. Tetapi masih dalam koridor dan acuan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS)”.
Yosua menambahkan, “Yang menjadi masalah, adalah lembaga penyiaran luar negeri, yang melakukan peliputan secara langsung. Pihak KPID Jawa Timur, tidak dapat secara langsung melakukan kontrol”.
Sehingga menurut Yosua, ada beberapa dari lembaga penyiaran luar negeri tersebut, materi pemberitaannya tidak berimbang, dan mendeskritkan beberapa lembaga.

Untuk itu, Yosua berharap kepada lembaga penyiaran Jawa Timur, bisa menjadi penyeimbang. Karena dengan materi pemberitaan yang berimbang, tidak berpihak dan punya empati, masyarakat menjadi percaya dan bisa mendukung pemulihan pasca kejadian. (adm)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Radio



x
%d blogger menyukai ini: