Ekonomi dan Bisnis

Harga Sayuran dan Cabai di Kota Malang Naik, Ada Andil MBG

Pedagang sayur di Pasar Bunul. (Foto: Heri Prasetyo)
Pedagang sayur di Pasar Bunul. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Harga sejumlah komoditas sayuran dan cabai di Pasar Tradisional Bunulrejo, Kecamatan Blimbing mengalami kenaikan dalam empat hari terakhir. Cuaca panas yang berkepanjangan disebut menjadi pemicu utama yang mengganggu pertumbuhan tanaman.

Pedagang sayur di Pasar Bunulrejo Muhammad Hasir mengatakan suhu udara tinggi membuat tanaman kekurangan air. Sehingga hasil panen menurun, baik dari sisi kualitas maupun ukuran.

“Pengaruh sekali. Terlalu panas, air kurang, sehingga pertumbuhan sayuran menjadi kerdil dan ukurannya kecil-kecil. Sawi misalnya tidak bisa tumbuh seperti biasanya,” kata Hasir.

Kondisi tersebut turut berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas lain. Harga sawi yang sebelumnya berkisar Rp15 ribu-Rp20 ribu per ikat besar kini naik menjadi Rp30 ribu-Rp35 ribu. Sedangkan untuk kualitas terbaik, harganya mencapai Rp40 ribu per ikat.

Kenaikan serupa terjadi pada komoditas kangkung. Jika sebelumnya seharga Rp15 ribu-Rp20 ribu per ikat, kini harganya sekitar Rp30 ribu per ikat. Sementara harga cabai berada di kisaran Rp45 ribu-Rp50 ribu per kilogram.

“Pasokannya sedikit, makanya harga naik. Hari Senin kemarin bahkan sempat sawi tembus Rp50 ribu karena banyak yang diambil untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Selain sawi dan kangkung, harga bayam dan sayur kenikir juga sempat mengalami kenaikan. Namun, Hasir menyebut harga bayam kini kembali normal di kisaran Rp20 ribu per ikat. Di sisi lain, harga tomat dan jagung justru mengalami penurunan karena pasokannya masih mencukupi.

Editor: Intan Refa

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x