Info Guide

Kenali 5 Emosi Pemicu Seseorang Rentan Kena Penipuan

Analis Divisi Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan Satgas PASTI Mita Rike Novalia (tengah) memberikan pemaparan di hadapan awak media. (Foto: Intan Refa)
Analis Divisi Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan Satgas PASTI Mita Rike Novalia (tengah) memberikan pemaparan di hadapan awak media. (Foto: Intan Refa)

CITY GUIDE FM, JAKARTA – Korban penipuan, biasanya tidak hanya terjebak pada jenis modus yang digunakan. Akan tetapi, faktor emosi juga sangat mempengaruhi rentan tidaknya seseorang terhadap penipuan. Analis Divisi Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan Satgas PASTI Mita Rike Novalia membeberkan lima emosi tersebut.

Keserakahan

Biasanya terjadi pada kasus investasi bodong. Pada kondisi ini biasanya nasabah akan mudah tergiur dengan iming-iming bunga yang tinggi, cepat balik modal dan sejenisnya. Ada pula janji bonus jika berhasil merekrut member baru alias member get member. Nasabah biasanya menyadari janji imbal balik yang terlalu manis biasanya memang ilegal atau bodong. Tapi karena tergiur pada penawaran yang fantastis, membuat keserakahan berhasil mengalahkan logika.

Ketakutan

Penipu biasanya akan menggunakan situasi yang dapat memancing kepanikan pada korbannya. Modus yang kerap terjadi adalah panggilan telepon darurat yang mengabarkan anggota keluarganya kritis akibat kecelakaan, tertangkap polisi dan sejenisnya. Agar segera tertangani, maka penelepon meminta sejumlah uang. Korban yang mudah terpancing kepanikan biasanya akan sulit berpikir jernih dan langsung menuruti apa kata penipu tanpa ada verifikasi lebih dulu.

Baca juga:

Kepala OJK Malang: Gaya Hidup Konsumtif Rentan Kena Penipuan

Kesepian

Orang yang terlarut dalam kesepian akan sangat mudah menjadi sasaran penipuan, biasanya berupa love scam. Pelaku akan menjalin hubungan emosional dengan korban secara daring selama beberapa waktu. Setelah mendapat kepercayaan, pelaku akan mengajak korban untuk “berinvestasi” demi masa depan mereka berdua. Usai korban terkena jebakan, pelaku akan langsung kabur dan meninggalkan jejak.

Kesedihan

Seperti kesepian, orang yang mengalami kesedihan, bisa akibat stres kena PHK, maupun kesulitan finansial mendadak biasanya menjadi sasaran empuk penipuan. Pelaku biasanya menawarkan pinjaman tanpa syarat, tanpa agunan, tetapi minta biaya admin di muka. Setelah biaya admin terbayar, ternyata pinjaman tidak pernah cair.

Kebosanan

Orang yang memiliki banyak waktu luang, biasanya akan mencari stimulasi untuk membunuh rasa bosan. Salah satu pelariannya adalah media sosial. Screen time yang lebih lama menjadi peluang bagi seseorang untuk terpapar iklan, pesan atau tautan penipuan. Jika ada tawaran yang menarik, mungkin terdengar seru atau coba-coba siapa tahu untung, membuat seseorang rentan terkena penipuan. Biasanya berupa kuis berhadiah, tawaran kerja sampingan instan, game atau aplikasi berhadiah dan lain-lain.

Kelima emosi itu memang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dalam menerima informasi baru yang mencurigakan, tetap harus melakukan kroscek atau verifikasi kebenarannya terlebih dahulu sebelum bertindak.

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Visual Radio

x