Pemkot Batu Susun Strategi Gaet Anak Muda Tertarik Jadi Petani

CITY GUIDE FM, KOTA BATU — Salah satu tantangan besar sektor pertanian Kota Batu adalah mempertahankan regenerasi petani. Hal ini menjadi salah satu fokus utama saat Wali Kota Batu Nurochman menghadiri pengukuhan 80 pengurus baru Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Batu periode 2026-2031 pada Jumat malam (18/9/2026).
“Anak muda sekarang tentu tidak tertarik ke dunia pertanian terbuka karena takut gosong, enggak glowing. Maka kami merespons itu, karena tanpa regenerasi akan terputus dunia pertanian yang menopang ketahanan pangan. Dunia ini sedang menghadapi krisis energi dan krisis pangan, sehingga pekerjaan petani itu tidak ada matinya,” ujar Nurochman.
Ia menyinggung persepsi sebagian anak muda terhadap pekerjaan pertanian yang identik dengan aktivitas fisik di ruang terbuka. Maka, pihaknya menyiapkan sejumlah pendekatan. Salah satunya pengembangan Smart and Integrated Farming di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, untuk menarik generasi muda ke sektor pertanian.
Baca juga:
Heli Upayakan Pupuk Subsidi untuk Petani Hortikultura Kota Batu
Kawasan tersebut rencananya berada dia atas aset Pemkot Batu seluas 2,8 hektar. Konsepnya tidak hanya berupa budidaya tanaman. Tetapi menggabungkan sejumlah subsektor pertanian seperti tanaman pangan, peternakan, perikanan, serta pengolahan limbah.
Selain itu, rencananya area ini juga memiliki fungsi percontohan dan edukasi pertanian bagi generasi muda. Nurochman mengatakan pembangunan fasilitas fisik program tersebut kabarnya akan mulai berjalan pada 2027. Setidaknya, penataan infrastruktur dapat mencapai lebih dari 50 persen pada tahun tersebut. Lalu fasilitasnya baru mulai beroperasi pada 2028.
“Targetnya di tahun 2028 sudah bisa kita operasionalkan. Fasilitas ini akan menjadi salah satu laboratorium praktik bagi anak-anak muda. Teknologi akan menjadi bagian terpenting dari proses kita bertani ke depannya, sehingga ini bisa menjadi daya tarik utama,” imbuhnya.
Selain menyiapkan kawasan pertanian berbasis teknologi, pihaknya juga akan menggelar “Petani Muda Berjaya” yang pada 2026 telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Persoalan regenerasi ini menjadi bagian dari tantangan yang harus direspons bersama pengurus KTNA yang baru.
Ketua KTNA Kota Batu terpilih periode 2026-2031 Heli Suyanto mengatakan kepengurusannya saat ini harus lebih dekat dengan persoalan petani.
“Bagi saya pribadi, pengukuhan ini adalah amanah untuk mendengar lebih banyak, turun lebih dekat, dan bekerja lebih nyata bersama para petani,” tegasnya.
Heli mengatakan komposisi pengurus KTNA Kota Batu berasal dari berbagai latar belakang yang berkaitan dengan sektor pertanian. Selain petani, terdapat unsur pensiunan dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang menurutnya masih dapat diberdayakan untuk mendampingi masyarakat.
Editor: Intan Refa





