Ijen TalkNews

Fenomena Flexing Menjadi Bagian Dari Kebutuhan Eksistensi Diri

dokumen istimewa

Penjelasan itu disampaikan Dekan Fakultas Psikologi UNMER Malang Dr. Nawang Warsi, waktu hari ini (14/03) diskusi dengan radio City Guide. Nawang menyampaikan, pada dasarnya memang setiap orang punya kebutuhan eksistensi diri, walaupun tarafnya ada yang rendah, sedang, dan tinggi.

Nawang menjelaskan, biasanya semakin tinggi kebutuhan eksistensi diri, dorongan untuk flexing juga bakal makin kuat. Dia menyampaikan, dalam kondisi seperti itu, seseorang cenderung ingin menunjukan semakin banyak tentang dirinya, termasuk harta kekayaaan. 

Nawang juga menilai, munculnya media sosial semakin mendorong budaya flexing, karena mensos bisa jadi sarana khusus untuk Flexing. Selain itu, mendos juga bisa diartikan peluang dan kesempatan khusus, untuk orang yang ingin melakukan flexing. (ERIKA ROSA)

Sumber : City Guide 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Radio


x
%d blogger menyukai ini: