Idjen Talk

Jemput Bola Bangun Kesadaran Pajak Warga

Idjen Talk edisi 12 Juni 2026, "Jemput Bola Bangun Kesadaran Pajak Warga"
Idjen Talk edisi 12 Juni 2026, “Jemput Bola Bangun Kesadaran Pajak Warga”

CITY GUIDE FM, IDJEN TALK – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang memiliki program jemput bola pelayanan pajak, yaitu Bapenda Sambang Kelurahan/Perumahan dan Sobo RW. Tujuan utama program ini adalah memudahkan masyarakat memenuhi kewajiban pajak tanpa harus ke kantor Bapenda.

Plt Kepala Bapenda Kota Malang Moh Sulthon mengatakan saat pengurangan dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat, mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan PAD untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan pelayanan publik.

“Sekaligus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga Kota Malang yang memiliki objek pajak untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak,” terang Sulthon.

Sulthon mengatakan dalam 5 tahun terakhir, program ini telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Secara keseluruhan target pajak mencapai Rp600 miliar, dan berhasil tercapai Rp890 miliar. Khusus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), target perolehan tahun 2026 sebesar Rp73 miliar.

“Sudah 6 bulan ini, realisasi PBB sudah mencapai 40 persen. Harapan kami untuk PBB bisa seperti pajak-pajak yang lain bisa melampaui target,” lanjutnya.

Kata Sulthon, program ini juga mempermudah lansia khususnya atau mereka yang kesulitan mengakses layanan digital. Layanannya tidak hanya seputar PBB saja, tapi juga melayani pembayaran pajak kendaraan.

Seluruh pembayaran pajak masyarakat ini langsung masuk ke rekening umum kas daerah (RKUD). Pihaknya juga akan memberikan apresiasi kepada wajib pajak yang selalu bayar tepat waktu dengan memberikan hadiah menarik. Seperti mobil, motor, laptop dan peralatan elektronik lainnya di event Gebyar Sadar Pajak.

Sementara itu, Dosen Prodi Perpajakan Universitas Brawijaya Damas Dwi Anggoro menyarankan agar program jemput bola juga menyasar usaha kafe dan restoran.

“Secara konsep, prinsipnya yang mampu yang bayar. Tapi ada juga masyarakat yang skeptis terhadap pajak. Maka pendampingan seperti program ini ya bisa untuk meningkatkan,” kata Damas.

Lebih lanjut, Damas melihat perlu ada profiling wajib pajak dan teknologi monitoring pembayaran untuk menjaga kepatuhan dan pengawasan. (adv)

Simak selengkapnya:

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x