Pemerintahan

Jalan Hasanuddin Kota Batu Akan Ditutup Total Besok

Proyek preservasi jalan di Simpang Patih, Kota Batu. (Foto: Asrur Rodzi)
Proyek preservasi jalan di Simpang Patih, Kota Batu. (Foto: Asrur Rodzi)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Akses di Ruas Jalan Hasanuddin akan ditutup total pada Rabu esok (22/7/2026) siang. Penutupan ini seiring dengan mulainya pelaksanaan proyek pembetonan jalan (rigid pavement) di Simpang Patih tersebut.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu Eko Setiawan mengatakan penutupan akan diberlakukan pada ruas jalan sepanjang 120 meter. Mulai dari pertigaan Jalan Hasanuddin hingga depan Indomaret.

“Dimulai dari pertigaan Hasanuddin sampai dengan Indomaret, kira-kira sepanjang 120-an meter. Harusnya dimulai minggu-minggu ini. Makanya hari ini rencananya kami akan tutup ruas Jalan Hasanuddin untuk memulai pekerjaan rigid ini,” terang Eko kepada reporter City Guide FM di lokasi proyek, Senin sore (21/7/2026).

Baca juga:

Proyek Preservasi Simpang Patih Dimulai Hari Ini

Eko menjelaskan, keseluruhan pekerjaan diperkirakan berlangsung selama 60 hari. Mencakup proses persiapan konstruksi, pemasangan anyaman besi, pengecoran, hingga masa pengeringan atau maturitas beton yang membutuhkan waktu sekitar 28-30 hari.

“Kalau kita bicara konstruksi rigid, umur pelaksanaannya kan 28 sampai 30 hari untuk pengeringan betonnya. Bersamaan dengan pelaksanaan untuk penganyaman besinya, persiapan penggarapan konstruksinya, kira-kira total sekitar 60 harian,” lanjutnya.

Sebelumnya, DPUPR Kota Batu telah menerbitkan surat edaran mengenai rencana penutupan Jalan Hasanuddin untuk mendukung proyek preservasi jalan. Namun, pelaksanaan penutupan sempat tertunda karena sejumlah pertimbangan teknis.

Konstruksi Jalan Hasanudin diganti

Ruas jalan yang akan ditutup total. (Foto: Asrur Rodzi)
Ruas jalan yang akan ditutup total. (Foto: Asrur Rodzi)

Eko menambahkan konstruksi ruas Jalan Hasanuddin diganti dari aspal (flexible pavement), menjadi beton cor (rigid construction). Langkah ini diambil untuk menekan tingginya biaya pemeliharaan jalan yang selama ini terus berulang.

Eko yang juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Preservasi Pattimura mengatakan konstruksi aspal yang ada saat ini sudah tidak mampu menahan beban kendaraan bertonase besar yang rutin melintas. Akibatnya jalan lebih cepat rusak dan membutuhkan perbaikan berkala dengan biaya yang cukup besar.

“Memang untuk ruas Hasanuddin ada revitalisasi pekerjaan dari konstruksi yang lentur atau aspal. Nanti rencananya kami ganti menjadi konstruksi rigid atau pembetonan,” ujar Eko.

Menurutnya, Jalan Hasanuddin merupakan salah satu jalur strategis yang menjadi penghubung menuju wilayah perbatasan sehingga cukup sering dilintasi kendaraan berat. Sementara konstruksi jalan sebelumnya memang tidak dirancang untuk menerima beban sebesar itu.

Eko menambahkan, pembetonan Jalan Hasanuddin merupakan bagian dari paket pekerjaan Preservasi Kawasan Simpang Patih. Rencana, nantinya akan ada pembangunan bundaran yang menghubungkan Kota Batu ke wilayah barat tersebut.

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x