Idjen Talk

Ancaman HIV pada Remaja

Idjen Talk edisi 17 Juli 2026,"Ancaman HIV pada Remaja"
Idjen Talk edisi 17 Juli 2026,”Ancaman HIV pada Remaja”

CITY GUIDE FM, IDJEN TALK – Pemerintah Kota Malang mendeteksi ada 186 kasus HIV baru sepanjang Januari-Mei 2026. Temuan ini muncul setelah melaksanakan skrining terhadap 10.794 orang di 40 fasilitas pelayanan kesehatan.

Mirisnya, usia pengidap HIV pada temuan kali ini berada di rentang usia 15-45 tahun. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif menjelaskan salah satu faktornya adalah mobilisasi mahasiswa yang jumlahnya nyaris sama dengan penduduk asli Kota Malang.

“Kalau kita lihat data 5 tahun terakhir ini peningkatannya (tes HIV) cukup signifikan. Jadi dari tahun 2020 ke 2025, itu peningkatannya 73,1 persen untuk jumlah tesnya. Kalau untuk temuan kasus HIV dari tahun 2020-2025 itu hampir konsisten antara 350 sampai 512, itu yang tertinggi tahun 2023,” jelasnya.

Baca juga:

67 Warga Kota Batu Positif HIV, 1 di Antaranya Ibu Hamil

Dari temuan itu, pihaknya mengerucutkan lagi populasi-populasi kunci yang berisiko tinggi. Antara lain laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), suka berganti pasangan seksual, pengguna narkoba suntik, pelanggan pekerja seks, pasangan dari pengidap HIV dan penderita TBC yang berisiko tertular HIV.

Menurutnya, temuan pengidap HIV ini menjadi kabar bagus yang artinya kesadaran masyarakat untuk mendeteksi mandiri relatif meningkat. Sebab, kesadaran adalah kunci mengendalikan penyebaran HIV. Di mana penderita bisa mendapatkan pengobatan lebih cepat, mengurangi risiko penularan dan menjaga kualitas hidup penderita.

Dari kacamata psikologi perkembangan, Nadiya Andromeda MPSi Psikolog melihat beberapa penyebab usia remaja jadi rentan terhadap penularan HIV.

“Usia remaja adalah usia yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mudah sekali bosan dengan rutinitas. Sehingga keinginan untuk mencoba-coba juga lebih tinggi. Ditambah dengan peer presure atau tekanan teman sebaya. Barangkali karena sudah remaja, maka orang tua menurunkan atau melepas kontrol. Tetapi penerimaan atau apresiasi dari teman itu sangat berarti buat mereka,” paparnya.

Apalagi Kota Malang sebagai Kota Pendidikan seolah menjadi titik temu dari berbagai latar belakang atau komunitas masyarakat. Nadiya juga menjelaskan dari beberapa penelitian menunjukkan pergaulan bebas seperti LSL menjadi pengaruh yang cukup besar saat ini, apalagi publik saat ini sudah cenderung permisif.

Maka dalam hal ini peranan keluarga dan sekolah jadi sangat penting. Nadiya berpesan agar keluarga bisa memberikan pendidikan seksual sejak dini, menanamkan nilai dan perilaku bertanggungjawab dan mengawasi media sosial anak mereka.

Sedangkan sekolah bisa mengajarkan cara menolak ajakan yang berisiko, memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan mengembangkan edukasi sebaya.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika RSUD Saiful Anwar dr Lita Setyowatie SpDVE Subsp Ven FINSDV FAADV menjelaskan bahwa pada stadium awal, biasanya tidak tampak bergejala. Kondisi ini disebut asimptomatis.

“Namun seiring menurunnya stamina atau imunitas maka akan muncuk gejala-gejala. Salah satunya pada kulit,” jelasnya.

Gejala yang muncul adalah terdapat jamur pada kulit, bisul atau abses, ruam atau lepuhan dan infeksi kulit yang sulit sembuh. Dokter Lita menyarankan masyarakat yang mendapati gejala tersebut, ditambah dengan keluarnya cairan abnormal dari kelamin di mana sudah diobati tapi tak kunjung sembuh.

“Segera berobat, jangan mengonsumsi obat sendiri. Karena kadang obat yang kita konsumsi belum tentu benar, malah akan membuat virusnya menjadi kebal yang membuat kondisi tubuh semakin berat,” tegasnya.

Orang dengan HIV tetap dapat menjalani hidup dengan baik, jika rutin menjalani terapi dan disiplin minum obat.

Simak di sini:

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x