Arus Kendaraan Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun 1,7 Persen

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Dinas Perhubungan Kota Malang memprediksi pergerakan kendaraan bermotor yang keluar masuk pada masa mudik Lebaran 2026 akan mengalami penurunan sebesar 1,75 persen dari tahun lalu.
“Prediksi ini sifatnya untuk Kota Malang saja. Memang ada penurunan sebesar 1,75 persen untuk pergerakan atau keluar dan masuk kendaraan bermotor,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Widjaja Saleh Putra, Rabu (4/3/2026).
Berdasarkan data, pada periode mudik Lebaran 2025 jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Malang tercatat sebanyak 276.726 unit. Sementara kendaraan keluar mencapai 276.938 unit.
Adapun pada periode mudik 2026, estimasi jumlah kendaraan yang masuk sebanyak 271.883 unit dan kendaraan keluar sebanyak 271.092 unit. Kata Widjaja, prediksi penurunan ini setelah melihat sejumlah dinamika. Seperti faktor cuaca serta kecenderungan masyarakat untuk menghemat pengeluaran.
Untuk puncak arus mudik, ia memprediksi akan terbagi dalam dua gelombang yakni pada 13–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026. Gelombang kedua beririsan dengan cuti bersama dan perayaan Nyepi pada 18 dan 19 Maret. Sementara itu, arus balik masih dalam tahap pemantauan dan penyesuaian timeline.
Kendati demikian, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi. Titik rawan macet terbagi dalam dua kategori yakni kawasan perdagangan dan jalan utama.
Kawasan perdagangan meliputi area pusat perbelanjaan modern dan pasar tradisional. Sedangkan jalan utama, potensi kepadatan diprediksi terjadi di sekitar kawasan Malang Creative Center Jalan Ahmad Yani serta Simpang Dinoyo hingga menuju Jalan Raya Sengkaling, Kabupaten Malang.
Jika terdeteksi tanda-tanda kepadatan, petugas akan segera turun melakukan pengaturan lalu lintas. Apabila volume kendaraan terus meningkat dan pengaturan tidak maksimal, maka solusinya adalah rekayasa lalu lintas situasional.
“Rekayasa lalu lintas sifatnya situasional, ada pembatasan-pembatasan. Tidak harus tutup total maupun menggunakan contraflow,” tegas Widjaja.
Rencana rekayasa lalu lintas
Sementara itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Rio Angga Prasetyo mengatakan akan menyiapkan tiga pos pengamanan dan satu pos pelayanan di Stasiun Kota Baru. Selain itu, terdapat empat pos pantau di wilayah utara, timur, barat, dan selatan Kota Malang.
Pos-pos akan memonitor kondisi arus lalu lintas. Termasuk melalui pemantauan aplikasi peta digital guna mendeteksi garis merah atau indikasi kepadatan.
Apabila terkonfirmasi terjadi kepadatan, pihaknya akan menerjunkan tim urai yang terdiri dari 20–25 untuk pengalihan maupun penguraian arus. Rencana rekayasa arus lalu lintas situasional utamanya ada di sekitar Malang Creative Center (MCC), Simpang Tiga Borobudur, U-turn depan BCA Ahmad Yani, serta U-turn Hero Sakti.
Di Simpang Tiga MCC, arus dari arah timur Jalan LA Sucipto akan diarahkan lurus tanpa crossing. Kendaraan dari arah Jalan Borobudur tidak boleh langsung belok kanan. Melainkan harus belok kiri dan memutar di titik yang telah ditentukan.
Selain itu, arus dari Jalan Tenaga Utara akan diarahkan ke timur menuju Simpang Empat LA Sucipto guna mengurangi potensi penumpukan kendaraan.
Reporter: Heri Prasetyo
Editor: Intan Refa




