SPMB 2026, Wawali Ali: Semua Sekolah Setara

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui jalur domisili mulai dibuka Senin (8/6/2026) hingga Rabu (10/6/2026) untuk jenjang TK hingga SMP. Pemerintah Kota Malang menaruh perhatian serius pada persoalan yang terus berulang setiap tahun.
Ketika ada beberapa sekolah penuh peminat, sekolah lain justru sepi pendaftar. Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menilai persoalan itu muncul karena persepsi orang tua yang masih kuat adanya sekolah unggulan dan sekolah biasa.
“Konsep jalur domisili ini pemerataan. Tetapi yang terjadi justru kepercayaan orang tua menganggap ada SD-SD unggulan, ada yang tidak,” kata Ali.
Akibatnya, sekolah tertentu terus diburu. Sementara sekolah negeri lain harus menghadapi ancaman kekurangan murid setiap tahun ajaran baru.
Ali menunjukkan praktik berburu sekolah favorit dilakukan dengan berbagai cara. Sejumlah wali murid bahkan rela memindahkan alamat domisili sementara demi lolos seleksi di sekolah incaran.
“Beberapa wali murid bahkan ada yang mengurus pindah domisili sementara sejak setahun sebelum SPMB dibuka untuk mengakali jalur domisili,” ungkapnya.
Fenomena tersebut kini tengah dievaluasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Sebab, menurut Ali, kualitas sekolah negeri sejatinya sudah dibuat merata dan tidak lagi relevan dibeda-bedakan berdasarkan label favorit.
Di sisi lain, persepsi soal kualitas sekolah juga mendorong sebagian orang tua beralih ke sekolah swasta ketika sekolah negeri terdekat dianggap kurang unggulan. Dalam hal ini, Pemkot Malang belum mengambil langkah ekstrem berupa merger atau penggabungan sekolah yang kekurangan murid.
“Kami belum mengarah ke merger sekolah. Fokus kami menjaga kualitas semua SD dan meyakinkan masyarakat bahwa seluruh SD negeri itu sama,” tegas Ali.
Editor: Intan Refa



