Pendidikan

Arah Baru Universitas Ma Chung, Bersiap Jadi Living Trendsetter

Rektor Universitas Ma Chung Prof Dr Ir Stefanus Yufra Menahen Taneo. (Foto: Heri Praseto)
Rektor Universitas Ma Chung Prof Dr Ir Stefanus Yufra Menahen Taneo. (Foto: Heri Praseto)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Memasuki usia ke-20 pada 2027 mendatang, Universitas Ma Chung menyiapkan transformasi mutu pendidikan tinggi. Rektor Universitas Ma Chung Prof Dr Ir Stefanus Yufra Menahen Taneo menjelaskan Universitas Ma Chung akan mengakhiri fase pengembangan pertama bertajuk To Be a Living Example dan memasuki fase kedua yaitu To Be a Living Trendsetter.

Transformasi ini berorientasi pada penciptaan inovasi dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. Untuk mendukung transformasi tersebut, ada tiga prioritas utama.

Pertama, membangun kepercayaan publik dengan menghasilkan lulusan berkarakter, penelitian berkualitas, inovasi, serta rekomendasi kebijakan bagi pemerintah. Kedua, meningkatkan mutu akademik melalui pencapaian akreditasi unggul.

Saat ini Universitas Ma Chung memiliki 12 program studi. Terdiri atas satu program diploma, sembilan program sarjana, satu program profesi, dan satu program magister. Hingga pertengahan 2026, enam program studi telah meraih akreditasi unggul.

Baca juga:

Inspiratif! Ini Sederet Prestasi Regina, Mahasiswi Universitas Ma Chung

“Predikat unggul bukan sekadar administrasi, tetapi harus dibuktikan melalui kualitas lulusan dan meningkatnya kepercayaan masyarakat,” ungkap Prof Yufra, Jumat (3/7/2026) malam.

Prioritas ketiga ialah memperkuat kemandirian finansial agar operasional perguruan tinggi tetap berkelanjutan. Menurut Yufra, efisiensi pengelolaan keuangan telah membuat pihak kampus mampu membiayai operasionalnya secara mandiri dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai bagian dari pengembangan akademik, kampus ini juga berencana akan membuka program doktoral (S3) pada 2027. Sehingga kapasitas universitas dalam menghasilkan riset dan temuan ilmiah semakin kuat dalam memberikan kontribusi bagi penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.

Di bidang internasionalisasi, Kepala Bagian Kerja Sama dan Urusan Internasional Mustika Tarra mengatakan kampus terus memperluas program mobilitas mahasiswa. Saat ini sejumlah mahasiswa Ma Chung mengikuti berbagai program internasional. Antara lain summer camp di Guangxi Normal University China, serta program magang di Taiwan, Jepang dan Korea Selatan.

Selain itu, kampus multikultural ini akan kembali menggelar Chinese Indonesian Festival (ChiFest) 2026 pada 19–20 September 2026. Dengan tema “Chinese Indonesian Cultural Harmony”, festival tersebut akan menghadirkan pertunjukan budaya, pameran, lokakarya, festival kuliner, talkshow, serta berbagai kompetisi.

Kata Mustika, ChiFest menjadi wadah untuk memperkuat dialog budaya Indonesia dan Tionghoa. Sekaligus membangun toleransi, memperluas jejaring komunitas, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sejarah serta akulturasi budaya Tionghoa di Indonesia. (srv)

Editor: Intan Refa

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x