Angkutan Pelajar Gratis Stimulus Benahi Transportasi Publik

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Muhammad Anas Muttaqin menilai angkutan pelajar gratis dapat menjadi pintu masuk membenahi tata kelola transportasi publik. Sekaligus menghidupkan kembali peran angkutan kota (angkot).
“Program angkutan pelajar gratis ini memberikan dua manfaat. Pertama, pemberdayaan dari sisi driver angkutan kota. Kedua, pelayanan sarana angkutan untuk anak-anak sekolah,” kata Anas, Senin (31/8/2026).
Jika pelaksanaannya berjalan baik, pemerintah bisa memperluas cakupan rute dan jumlah angkot yang terlibat. Sehingga lebih banyak pelajar dan sekolah terlayani. Saat ini, masih banyak angkot yang terkendala persyaratan seperti kelengkapan administrasi dan perizinan.
“Harapannya ini menjadi stimulus bagi teman-teman angkutan kota untuk memperbaiki angkutannya. Kemudian melengkapi izin-izinnya, sehingga asas manfaatnya bisa diperbesar,” ujarnya.
Baca juga:
Sopir Angkot Kota Malang Tolak Trans Jatim Koridor 2
Semakin banyak angkot yang memenuhi persyaratan, semakin besar pula peluang memperluas layanan angkutan pelajar.
“Anak sekolah juga masih sangat banyak. Ini sementara hanya mengganti dari bus sekolah ke angkutan kota. Artinya, penerima manfaatnya sudah ada, tinggal ganti armada saja,” kata Anas.
Tidak hanya itu, menurutnya pemerintah juga perlu menyusun SOP yang lebih rinci apabila minat masyarakat terhadap layanan tersebut meningkat.
Baca juga:
Sopir Angkot Keberatan dengan Teknis Angkutan Pelajar Gratis
“Sementara memang ini memindah pelajar yang biasanya naik bus sekolah ke angkutan kota. Tapi ke depan, ketika program ini semakin diminati masyarakat, khususnya pelajar, perlu dibuatkan SOP yang lebih detail,” katanya.
Ia turut berharap sejumlah program lain, seperti penataan ulang rute angkot (rerouting) dan pengembangan feeder, dapat segera menyusul. Di sisi lain, Anas mengingatkan pemerintah perlu memastikan mekanisme pengawasan berjalan efektif lewat GPS yang telah terpasang di tiap-tiap angkot. Menurutnya, pengaturan rute penting untuk mencegah perubahan fungsi layanan.
“Rute ini juga sudah ditentukan. Kontrolnya di situ nanti, sehingga di luar jam sekolah mereka kembali ke jalur masing-masing,” katanya.
Sementara soal potensi gesekan dengan kelompok atau paguyuban angkot lain, menurutnya Pemkot Malang harus duduk bersama agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.
“Ada beberapa paguyuban. Itu juga perlu diajak komunikasi dan dilibatkan agar tidak ada dinamika-dinamika yang tidak perlu. Semakin banyak yang dirangkul, saya kira semakin baik,” ujar Anas.
Editor: Intan Refa





