Warga Giripurno Tagih Realisasi Janji Yayasan Al Hikmah

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Puluhan warga memadati Balai Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada Selasa (28/4/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas belum terealisasinya kesepakatan bersama (MoU) antara warga dan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Hikmah pada 31 Desember lalu.
Warga membentangkan banner besar bertuliskan tuntutan berisi 14 poin kesepakatan. Spanduk-spanduk itu terpasang di beberapa titik, termasuk di sekitar lingkungan desa dan area pondok pesantren.
Perwakilan warga Ali Wibowo menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk penagihan janji atas kesepakatan bersama Pemerintah Kota Batu.
“Pada 31 Desember kemarin sudah disepakati 14 poin dan ditandatangani oleh Wali Kota Batu saat itu, Cak Nurochman, dengan batas waktu realisasi tiga bulan. Namun hingga saat ini tidak ada realisasi sama sekali,” ujar Ali Wibowo.
Ia mencontohkan salah satu poin utama yang belum terealisasi yakni pembukaan akses menuju sumber mata air yang sebelumnya ditutup. Penutupan ini jelas berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat akan air bersih.
“Dalam tiga bulan terakhir tidak ada perkembangan sama sekali,” tambahnya.
Warga menilai, tidak adanya tindak lanjut ini merupakan bentuk pengingkaran terhadap kesepakatan sebelumnya yang telah melalui proses panjang bersama pemerintah daerah dan DPRD Kota Batu.
Sedangkan poin lain kesepakatan mencakup pengembalian fungsi sumber air seperti Samin, Demun, dan Abdul Salam, pembangunan pagar pembatas sesuai dokumen desa, hingga kewajiban reboisasi dan pemenuhan dokumen perizinan lingkungan.
Selain itu, kesepakatan juga mengatur pembatasan penggunaan sumur bor, penyediaan sumber air pengganti, serta pelestarian kawasan sumber air untuk kepentingan masyarakat dan ekowisata desa.
“Kami hanya ingin sumber mata air ini tetap ada dan bisa dimanfaatkan oleh anak cucu kami ke depan,” tegas Ali.
Dalam pernyataannya, warga juga meminta Pemerintah Kota Batu segera turun tangan untuk mendorong realisasi kesepakatan tersebut. Bahkan, warga mengingatkan Camat Bumiaji yang menjadi penjamin moral dalam kesepakatan tersebut.
“Kalau tidak ada respon, kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi,” ujar Ali.
Pimpinan Yayasan al Hikmah tidak ada di lokasi
Sayangnya, dari pihak Yayasan Al Hikmah kabarnya sedang tidak ada di tempat. Menurut perwakilan guru SMA Al Hikmah Ahmad Faiz, sejumlah pimpinan yayasan tengah berada di luar kota dan mengikuti kegiatan lain.
“Kebetulan pimpinan yayasan sedang berada di Surabaya, dan kepala sekolah juga sedang mengikuti kegiatan. Informasi terkait aksi ini juga kami terima secara mendadak, sehingga belum bisa menghadirkan perwakilan utama,” jelasnya.
Faiz mengatakan yayasan baru menerima informasi terkait aksi warga pada hari yang sama. Sehingga belum memiliki cukup waktu untuk melakukan koordinasi internal secara menyeluruh.
“Kami sangat terbuka untuk diingatkan dan dinasihati. Itu menjadi bagian dari komitmen kami untuk memenuhi seluruh tuntutan dalam 14 poin tersebut,” tambahnya.
Karena Ahmad Faiz bukan perwakilan utama Yayasan, sehingga ia tidak dapat memberikan keterangan teknis secara menyeluruh. Meski begitu, ia berjanji seluruh aspirasi warga akan menjadi bahan evaluasi bagi yayasan.
Editor: Intan Refa




