Sesalkan Vandalisme di Malang, Serahkan Sanksi ke Pihak Berwajib

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyayangkan aksi vandalisme yang menyasar fasilitas anjungan Air Siap Minum (ASM). Ia menyesalkan tindakan oknum yang merusak fasilitas umum yang sejatinya disediakan untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Yang kita sesali, sebetulnya fasilitas ini untuk kepentingan mereka sendiri. Jangan sampai fasilitas umum dirusak karena akhirnya masyarakat yang dirugikan,” ujar Wahyu Hidayat, Rabu (24/6/2026).
Keberadaan ASM bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh air minum secara gratis. Terutama bagi warga maupun wisatawan yang beraktivitas di ruang publik.
“Sebenarnya itu untuk masyarakat, memberikan kemudahan. Air minum yang sudah disediakan agar mereka yang haus tidak harus membeli karena gratis. Tetapi justru dirusak. Ini yang saya sesalkan,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, pihaknya akan memperkuat sosialisasi dan edukasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas publik. Terkait kemungkinan pemberian sanksi, Wahyu menegaskan bahwa proses penanganannya akan diserahkan kepada pihak yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.
“Untuk sanksi nanti kita serahkan kepada yang berhak. Yang jelas, tindakan ini merugikan masyarakat. Ketika ada orang yang membutuhkan, akhirnya menjadi terkendala. Khususnya mereka yang biasa memanfaatkan fasilitas air minum tersebut, kini menjadi kesulitan mendapatkan akses air minum bersih,” tegasnya.
Perumda Tugu Tirta telah melaporkan vandalisme ke Polresta Malang Kota
Terpisah, melalui on air, Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang Priyo Sudibyo mengatakan pihaknya mengetahui aksi vandalisme pada Sabtu dini hari (20/6/2026). Tepatnya ketika tim pemeriksa melakukan kontrol kualitas air setiap tiga hari.
Mendapati coretan di fasilitas ASM itu, tepatnya di depan toko aksesoris Mumu, tim pemeriksa langsung melapor ke kepala unitnya. Hingga laporan itu sampai di tangannya.
“Terus Senin pagi, setelah apel di balai kota saya ke sana meninjau. Ini kejadian kedua, yang pertama 6 bulan lalu di Gang 4 Kayutangan,” terangnya.
Ia menjelaskan kerusakan-kerusakan yang terjadi tidak terlalu fatal. Coretan-coretan itu menutupi papan penunjuk anjungan yang menginformasikan “Air Siap Minum, Bukan Tempat Cuci Tangan”. Selain itu, cat berwarna hitam itu juga menutupi fountain tap yang harus dibersihkan total sebelum digunakan kembali.
“Kalau perbaikannya sih tidak seberapa. Tapi ini kan fasilitas umum yang dinikmati banyak orang, wisatawan dari luar ke situ. Ini mungkin anjungan pertama air siap minum di Indonesia gratis. Ini sangat mengganggu,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Priyo menegaskan telah melaporkan aksi tidak terpuji ini ke Polresta Malang Kota. Kabarnya pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti video CCTV di sekitar lokasi. Dari rekaman itu, terlihat ada dua terduga pelaku yang mengendarai sepeda motor.
Pihaknya berharap ada sanksi tegas agar pelaku jera dan tidak mengulangi perbuatannya. Sekaligus ia berpesan khususnya kepada generasi muda untuk peduli menjaga fasilitas umum. Begitu pula pada masyarakat yang mendapati vandalisme di fasilitas umum, bisa melaporkannya ke instansi terkait agar mendapatkan perbaikan segera. (Iqbal)
Editor: Intan Refa




