Pengurus KKG dan MGMP PAI Kota Batu Dilantik

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Sebanyak 284 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Batu dikukuhkan sebagai pengurus organisasi profesi guru di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Rabu (15/4/2026). Pengukuhan ini mencakup kepengurusan Forum Komunikasi Guru (FKG/TK), Kelompok Kerja Guru (KKG/SD), serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk jenjang SMP hingga SMA/SMK.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menilai pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik. Khususnya guru PAI.
“Tantangan guru PAI saat ini semakin kompleks. Butuh kreativitas dan inovasi agar pengembangan pendidikan agama Islam di sekolah bisa berjalan maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KKG SD PAI Kota Batu Puji Maliki menyampaikan kegiatan ini sekaligus mempererat silaturahmi dalam suasana bulan Syawal. Ia berharap para pengurus yang baru ini dapat menjalankan amanah dengan baik. Serta berkontribusi dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
“Kami berharap kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan setiap tahun. Ke depan, guru PAI di Kota Batu harus mampu berkolaborasi dengan berbagai elemen untuk memajukan pendidikan,” ungkapnya.
Puji menambahkan, organisasi guru PAI akan terus didorong untuk berinovasi melalui berbagai program pengembangan kompetensi. Tidak hanya sebatas kegiatan seremonial seperti lomba atau pameran, tetapi juga peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih luas dan berkelanjutan.
Tantangan guru PAI jadi penjaga moral generasi muda
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menantang para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga moral generasi muda. Status Kota Batu sebagai kota wisata unggulan membawa konsekuensi tersendiri. Khususnya terkait masuknya pengaruh budaya luar yang berpotensi memengaruhi perilaku generasi muda.
“Kita ini memang kota wisata, tapi jangan sampai ada stigma negatif yang melekat. Karena itu, kami memberikan tantangan kepada para guru PAI untuk memperkuat SDM anak-anak melalui pendidikan keagamaan yang kokoh,” tegasnya di hadapan ratusan pendidik.
Menurut Heli, penguatan karakter pelajar tidak cukup hanya di lingkungan sekolah formal. Ia menilai perlu adanya sinergi antara guru PAI dengan para pengajar agama di lingkungan masyarakat, seperti guru mengaji.
Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kota Batu berharap citra kota sebagai destinasi wisata tetap terjaga, sekaligus memiliki identitas sebagai daerah yang religius dan berkarakter kuat.
Editor: Intan Refa




