Pendidikan

Pemkot Malang Bakal Keluarkan SE, Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Kepala DInas Sosial P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito. (Foto: Heri Prasetyo)
Kepala DInas Sosial P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Malang Donny Sandito mengatakan dalam waktu dekat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang akan menerbitkan surat edaran yang mengimbau para ayah untuk mengantarkan anaknya pada hari pertama masuk sekolah.

Tujuannya adalah untuk menggencarkan sosialisasi Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah. Sekaligus sebagai tindak lanjut peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 yang jatuh setiap 29 Juni.

“Nanti akan ada surat dari Sekda Kota Malang. Khususnya diharapkan ayah bisa mengantar anaknya saat pertama kali masuk sekolah di tahun ajaran baru 2026/2027. Salah satunya dalam rangka Harganas 2026,” ujar Donny, Senin (29/6/2026).

Pihaknya juga memperkuat edukasi mengenai pentingnya peran ayah melalui media sosial. Kata Donny, Kota Malang tidak akan melakukan peringatan khusus Harganas.

“Kebetulan tidak ada kalau di tingkat kota. Di tingkat provinsi ada peringatan Harganas ke-33 di Surabaya. Karena efisiensi, sehingga di kota tidak ada,” katanya.

Ia optimistis ayah tetap dapat melaksanakan gerakan mengantar anak ke sekolah meski sebagian besar bekerja pada pagi hari. Sebab, jam masuk sekolah di Kota Malang umumnya pukul 07.00 WIB.

Sedangkan mayoritas jam kerja umumnya mulai pukul 08.00 WIB sehingga masih memungkinkan untuk mengantar anak terlebih dahulu. Gerakan ayah mengantar anak sekolah ini dilatarbelakangi masih tingginya fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak di Indonesia.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN kerap menyebut isu ini sebagai tantangan yang penanggulangannya harus kompak.

“Harapan kami kepada para ayah, selain bekerja mencari nafkah juga tetap bisa menjadi pendamping di keluarga untuk pengasuhan anak,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan ayah tidak hanya berdasarkan dari kemampuan menyediakan kebutuhan ekonomi atau menyekolahkan anak di sekolah favorit. Bentuk dukungan sederhana seperti mendampingi anak belajar, mengikuti proses pendidikan, hingga mengantar ke sekolah sudah memiliki arti penting bagi tumbuh kembang anak.

“Kami belum pernah melakukan pendataan secara langsung. Tetapi secara nasional tingkatannya lumayan banyak,” kata Donny.

Editor: Intan Refa

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x