Pameran Citrapata Binus Malang, Pajang Puluhan Karya Mahasiswa

CITY GUIDE FM, MALANG – Sebanyak 94 karya dari mahasiswa Program Visual Communication Design (DKV) dan Interactive Design & Technology (IDT) terpajang di BINUS Malang, pada 6–9 Juli 2026. Pameran CITRAPATA – Final Project Exhibition 2026 ini merupakan tugas akhir mahasiswa yang beranjak dari riset lapangan dan persoalan riil masyarakat, komunitas, pelaku usaha hingga pemerintah.
Pameran tersebut menghadirkan beragam karya dalam lima kategori utama. Antara lain desain grafis, ilustrasi, branding, fundraising and campaign, serta UI/UX dan interactive design. Dari berbagai tema tersebut, isu kesehatan mental dan pelestarian budaya menjadi dua topik yang paling banyak dipakai.
Ada beragam medium yang digunakan untuk menyampaikan ide tersebut. Seperti komik, animasi, film, aplikasi digital, website interaktif hingga kampanye sosial.
Salah satu karya yang menarik perhatian dalam pameran tersebut adalah batik relief Candi Jago sebagai inspirasi pengembangan motif batik kontemporer. Kreator batik ini, Arka menyebut potensi visual relief candi bersejarah tersebut masih minim dimanfaatkan dalam media modern sehingga berisiko semakin terlupakan.
Baca juga:
Tantangan Tenaga Kerja Era AI, Ini Kata Direktur BINUS @Malang
Ia mengatakan memulai pengerjaan proyek ini sejak Februari 2026 melalui tahapan survei lapangan. Lalu dokumentasi visual hingga rekonstruksi sejumlah ornamen yang telah mengalami kerusakan.
“Tantangan terbesarnya adalah merekonstruksi visual yang sudah tidak utuh dan menerjemahkannya menjadi desain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” katanya.
Head of Visual Communication Design BINUS Malang Victor Adiluhung Abednego menjelaskan bahwa seluruh karya mahasiswa ini merupakan hasil proses panjang. Mulai dari identifikasi masalah, riset lapangan, penyusunan konsep hingga implementasi solusi desain.
“Kami meminta mahasiswa untuk turun langsung ke lapangan, memahami persoalan masyarakat, kemudian meresponsnya melalui pendekatan desain sesuai kompetensi mereka,” kata Victor.
Ia menjelaskan penilaian karya mahasiswa tidak hanya dari sisi visualnya saja, tetapi juga dari kemampuan menyelesaikan masalah. Dalam proses kurasinya, karya mahasiswa harus memenuhi sejumlah aspek penilaian. Mulai dari kemampuan problem solving, kualitas estetika, pendekatan teknologi hingga kedalaman riset.
Seluruh proyek juga wajib berbasis kasus nyata (real case) sehingga memiliki tingkat relevansi tinggi terhadap kebutuhan industri maupun masyarakat. Victor juga mengatakan banyak UMKM lokal memiliki kualitas produk yang baik, tetapi masih menghadapi persoalan dalam komunikasi visual, desain kemasan, branding hingga pemasaran.
Karena itu, mahasiswa harus melakukan pendampingan melalui riset dan pengembangan identitas visual yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Sekaligus realistis dari sisi produksi dan biaya.
“Kampus harus hadir sebagai penghubung antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat. Karena itu, karya mahasiswa harus mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan yang ada,” kata Direktur Kampus BINUS Malang Dr Robertus Tang Herman.
Menurutnya, sejumlah pelaku industri yang hadir selama pameran menunjukkan ketertarikan terhadap beberapa karya mahasiswa. Tentunya yang memiliki potensi komersial.
Ia menilai perlu ada kolaborasi dengan industri agar karya mahasiswa tidak berhenti sebagai tugas akademik. Tapi dapat berkembang menjadi produk maupun layanan yang memiliki nilai ekonomi.
“Kami berupaya membantu meningkatkan nilai tambah produk UMKM melalui desain, digitalisasi, penguatan merek hingga membuka akses menuju pasar ekspor,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor BINUS University Dr Nelly berpesan karya mahasiswa harus mampu melampaui fungsi estetika dan memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
“Hasil akhir pembelajaran harus melahirkan inovasi yang benar-benar dapat berguna dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Inilah bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membangun dan melayani bangsa,” ujar Nelly.
Menurutnya, kegiatan seperti CITRAPATA menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan, memperoleh masukan publik, sekaligus memperlihatkan kesiapan mereka memasuki dunia profesional. (srv)
Editor: Intan Refa





