Waspadai 5 Bahaya Deodorant bagi Kesehatan

Penggunaan deodoran mampu meningkatkan percaya diri yang menurun akibat bau badan. Baik pria maupun wanita, banyak yang memakai deodoran sebagai produk wajib sebelum beraktivitas. Namun, kamu perlu mewaspadai beberapa bahaya deodoran bagi kesehatan yang timbul akibat kandungannya, seperti berikut:
Bayi Lahir Cacat
Pada wanita hamil, kandung paraben dan phthalates mampu menyebabkan kecacatan pada bayi baru lahir. Karena bahan kimia tersebut menyebabkan sel tubuh mutasi. Oleh karena itu, wanita hamil sebaiknya menggunakan bahan alami seperti minyak kelapa atau baby oil sebagai alternatif.
Pubertas Dini
Selain cacat pada bayi, sel mutasi akibat senyawa di dalam deodoran juga mempengaruhi keseimbangan hormon di dalam tubuh. Sehingga pada anak-anak, bisa terjadi pubertas sebelum waktunya. Ini dapat kamu cegah dengan membatasi atau melarang penggunaan deodoran.
Baca juga :
Sakit Kepala
Zat berbahaya di dalam deodoran yang menumpul bisa memperparah sinus dan mengakibatkan sakit kepala yang buruk. Selain itu, aromanya yang kuat juga bisa mengganggu sistem pernapasan.
Kulit Ketiak Kering
Kandungan alkohol deodoran bisa menimbulkan sejumlah bahaya pada kulit, seperti alergi, iritasi, serta kulit kering pada ketiak. Alergi tersebut bisa berupa ruam memerah serta gatal-gatal.
Sedangkan keluhan iritasi bisa berupa sensasi terbakar, perih, bentol-bentol, hingga bengkak. Jika kulit kering, saat bergesekan dengan pakaian akan timbul rasa perih yang menyakitkan dan mengganggu. Selain itu, kandungan triclosan di dalamnya justru membuat ketiak menjadi lebih gelap.
Menutup Pori-pori
Keringat yang keluar sebenarnya berfungsi untuk detoksifikasi, menyeimbangkan suhu tubuh, serta respirasi. Jika alkohol deodoran menyumbat pori-pori, maka kinerja alami tubuh untuk berkeringat juga terganggu.
Penulis: Faydina Rizki





