Masuk Sekolah Negeri 2026, Lebih Adil atau Lebih Kompetitif?

CITY GUIDE FM, IDJEN TALK – Tahun ini, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menggunakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu penilaian masuk ke sekolah negeri. Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kota Malang Eny Retno Diwati menyampaikan TKA ini adalah hal yang baru, maka pihaknya gencar melakukan sosialisasi. Bahkan, pihaknya sempat mengumpulkan lebih dari seratus siswa-siswi SMP/MTS bersama orang tuanya.
“Kami terbuka untuk siapapun yang mau bertanya soal SPMB tahun ini,” kata Eny.
Ia menjelaskan banyak hal baru dalam SPMB tahun ini, tidak seperti 2025 kemarin. Tahun ini, tahap 1 seleksi domisili, lalu tahap 2 seleksi afirmasi dan tahap 3 baru nilai akademik.
Baca juga:
Siswa SMP Kota Batu Jalani Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Menurutnya, kebijakan tahun ini jauh lebih adil. Sebab, tidak seperti sebelumnya di mana ada pertimbangan indeks sekolah yang mempengaruhi point anak.
Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur Armaya Mangkunegara membenarkan bahwa kebijakan ini dinilai lebih adil dan kompetitif dibandingkan kebijakan sebelumnya. Penilaian indeks sekolah pada penerimaan sebelumnya justru terkesan tidak adil.
“TKA ini sebagai panggung untuk anak-anak merasakan kompetisi. Bukan berarti dengan sistem ini, prestasi anak di sekolah sia-sia. Karena sistem penilaiannya untuk TKA 40 persen dan bobot rapot 60 persen,” jelas Armaya.
Jalur domisili juga masih ada untuk SPMB 2026 dan masuk pada tahap 1. Namun, tidak hanya sekedar dekat sekolah saja, tapi juga punya nilai akademik tinggi. Sehingga selaras dengan tema pendidikan Jawa Timur 2026 “Pendidikan Berdampak Untuk menciptakan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global”. (WL)
Simak selengkapnya:




