Harga Daging Sapi di Pasar Tradisional Kota Malang Melonjak

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Sejumlah pedagang pasar tradisional Kota Malang mengeluh harga daging sapi naik tajam. Harga yang sebelumnya berkisar Rp125 ribu per kilogram naik menjadi Rp150 ribu per kilogram. Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Bunul, Sarpin mengatakan kenaikan harga mulai terjadi sejak 14 Juli.
“Mulai tanggal 14 sudah naik. Penyebabnya karena sapinya mahal, jadi harga jual ikut naik menjadi Rp150.000 per kilogram. Sebelumnya masih Rp140.000,” ujar Sarpin, Sabtu (25/7/2026).
Kondisi ini tentu berdampak langsung terhadap omzet pedagang. Sarpin mengaku penjualan daging sapi turun hingga hampir separuhnya.
“Biasanya sehari bisa habis sekitar satu kuintal, sekarang paling hanya setengahnya. Pembeli bilang harganya terlalu mahal,” katanya.
Untuk mengurangi kerugian, ia terpaksa memangkas jumlah pasokan dari pemasok. Jika sebelumnya ia mengambil sekitar 50 kilogram per hari, kini hanya berkisar 25 hingga 30 kilogram.
“Kalau dipaksakan ambil banyak, nanti tidak habis. Sekarang penjualannya tidak stabil,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang Eko Sri Yuliadi menjelaskan kenaikan harga daging sapi terjadi hampir di seluruh pasar tradisional. Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah, harga yang sebelumnya sekitar Rp125 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp148 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.
“Faktor utamanya adalah kenaikan harga pakan ternak. Karena biaya produksi peternak meningkat, harga sapi hidup ikut naik sehingga berpengaruh terhadap harga daging sapi di pasar,” jelasnya.
Pemerintah Kota Malang saat ini masih melakukan pemantauan. Hasil pemantauan tersebut akan dilaporkan melalui Sistem Pemantauan Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan intervensi.
“Kami akan cek kondisi di lapangan dan melaporkannya ke pemerintah pusat. Harapannya ada intervensi, baik melalui kebijakan terkait harga pakan ternak maupun penambahan pasokan sapi hidup agar harga daging bisa kembali stabil,” pungkas Eko.
Editor: Intan Refa





