Malang Raya Mulai Gerimis, Ini Penjelasan BMKG Jawa Timur

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Beberapa hari terakhir, sejumlah pendengar City Guide mengungkapkan rasa suka cita usai melihat rintik-rintik gerimis turun dari langit. Publik sedikit merasa lega, setidaknya cuaca tidak lagi menyengat seperti sebelumnya. Forecaster Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur Nur Faris mengungkapkan memang telah terjadi dinamika di atmosfer yang mendukung terjadinya curah hujan.
Ada gelombang Kelvin dan MJO (Madden-Julian Oscillation) yang mengakibatkan pertumbuhan awan tidak hanya di Jawa Timur, tapi juga merata di seluruh pulau Jawa.
“Di samping itu, kemarin hingga hari ini ada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jawa Timur. Base-nya ada di Lanud Juanda. Nah, OMC ini akan dilakukan dengan melihat dulu apakah ada potensi awan yang akan disemai. Jadi, bahan bakunya ada atau tidak. Karena ada atmosfer yang mendukung, lalu pertumbuhan awan konvektifnya ada, maka dilakukan OMC,” terang Nur Faris, Senin (26/10/2026).
Baca juga:
Imbas Kebakaran TPA Supit Urang, Stok Air Pemadam Menyusut Drastis
Artinya, munculnya hujan belakangan ini bukan hanya hasil dari operasi modifikasi cuaca. Akan tetapi memang ada dinamika atmosfer yang mendukung. Faris memberi contoh, kebakaran di Kalimantan sudah sedemikian parahnya dan sangat membutuhkan hujan untuk memadamkan api.
Tapi awan di atas atau dinamika atmosfernya belum siap untuk melakukan penyemaian. Dalam artian bahan bakunya belum siap, sehingga operasi modifikasi cuaca memiliki peluang keberhasilan yang cukup kecil. Khusus untuk Jawa Timur, berdasarkan pantauannya, gelombang MJO serta Kelvin mulai terlihat pada 24-25 Oktober.
“Menurut prediksi kami, curah hujan ini akan hadir tidak hanya sampai hari ini. Dalam beberapa hari ke depan pun kondisinya masih berawan dan hujan ringan,” lanjutnya.
Faris mengingatkan bahwa meskipun hujan turun setiap hari walaupun ringan, bukan berarti telah memasuki musim hujan. Sesuai prediksi awal musim hujan jatuh pada akhir November hingga awal Desember untuk wilayah Malang Raya. Karena untuk menentukan awal musim hujan, setidaknya dalam 10 hari curah hujannya minimal 50 mm hingga 20 hari berikutnya.
“Untuk melihat prediksi cuaca harian hingga tingkat desa, masyarakat bisa langsung mengakses website atau aplikasi resmi dari info BMKG. Di sana bisa kita lihat, hingga tanggal 29, cuaca masih cerah berawan namun berpotensi hujan intensitas ringan. Harapan kami masyarakat terus mengupdate informasi dari kami, karena cuaca sekarang ini perubahannya sangat cepat,” imbau Faris.





