Atasi Krisis Air di Jatim, Khofifah Minta Kader PKK Ikut Petakan Sumber Air

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ikut bergerak aktif memetakan sumber air potensial untuk mengatasi krisis air di 25 daerah di Jatim. Khofifah menegaskan, ketersediaan air bersih kini menjadi tantangan tambahan di tengah upaya membangun pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Kalau panjenengan mengetahui ada sumber air yang memungkinkan bisa ditarik melalui pipanisasi, mohon dikoordinasikan dengan Dinas PU Sumber Daya Air kabupaten/kota, yang nanti bisa dikoordinasikan dengan Dinas Sumber Daya Air provinsi,” kata Khofifah saat menghadiri peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Jatim 2026, Senin (26/10/2026).
Menurut Khofifah, datangnya musim hujan masih tertunda akibat fenomena El Nino yang berlangsung lebih panjang dari perkiraan semula. Hal tersebut juga mengganggu jadwal tanam petani, terutama di wilayah yang semestinya mulai menanam sejak September.
Baca juga:
Atasi Krisis Air Bersih, Perpamsi Jatim Kerahkan Tangki ke Daerah Terdampak
Khofifah menyebut pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi krisis air bersih. Mulai dari distribusi air menggunakan mobil tangki hingga pembangunan sumur bor dan jaringan pipanisasi. Di Kabupaten Malang, misalnya, pemerintah telah membangun jaringan pipanisasi sepanjang 17 kilometer dari lereng Gunung Arjuno menuju Kecamatan Singosari. Upaya serupa dilakukan di kawasan Bromo untuk memenuhi kebutuhan air di enam desa.
Selain penanganan kekeringan, Khofifah meminta kader PKK juga mempertahankan dan memperluas gerakan ketahanan pangan keluarga. Menurutnya, keberhasilan menjaga ketersediaan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen. Mulai dari keluarga, petani, nelayan hingga kader pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin mengatakan peringatan HKG PKK ke-54 dan Jambore Kader menjadi kesempatan bagi kader dari berbagai kabupaten/kota untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat kapasitas.
“Tuntutan sebagai kader Tim Penggerak PKK itu lumayan tinggi. Dengan berbagai tanggung jawab, baik di posyandu, mengawal stunting, ketahanan pangan, sisi kesehatan, sosial, tanggap bencana, serta pendidikan anak di era digital,” kata Arumi.
Arumi berharap pembekalan dalam jambore dapat menjadi bekal bagi kader untuk menjalankan berbagai program secara lebih efektif di daerah masing-masing.
Editor: Intan Refa





