Pemerintahan

Libur Sekolah, Layanan SPPG Kecamatan Klojen Berhenti Sementara

Koordinator SPPG Kecamatan Klojen Muhammad Wisam Anugrah. (Foto: Heri Prasetyo)
Koordinator SPPG Kecamatan Klojen Muhammad Wisam Anugrah. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Klojen dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Koordinator SPPG Kecamatan Klojen Muhammad Wisam Anugrah mengatakan sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN), seluruh aktivitas pelayanan akan libur termasuk pemanfaatan sarana dan prasarana SPPG.

“SPPG serentak libur semua. Tidak ada operasional apa pun maupun penggunaan sarana dan prasarana selama masa libur ini,” kata Wisam, Jumat (19/6/2026).

Menurut dia, kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh kelompok penerima manfaat tanpa terkecuali.

“Untuk pelayanan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga libur. Kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan terkait operasional berikutnya,” ujarnya.

Salah satunya SPPG yang berada di Jalan Gajahmada, Kelurahan Kiduldalem yang melayani sekitar 1.700 penerima manfaat di tiga sekolah dan tujuh posyandu. Meski distribusi makanan dihentikan, aktivitas administrasi tetap berjalan.

Wisam menjelaskan, tim inti SPPG masih menjalankan sejumlah tugas, termasuk menyiapkan dokumen untuk keperluan audit dan evaluasi program. Terdiri atas Kepala SPPG, staf akuntansi, dan tenaga ahli gizi.

“Laporan harian, laporan mingguan, serta laporan keuangan sudah kami siapkan. Semua pencatatan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.

Selain itu, personel inti SPPG juga tetap melakukan pendampingan terhadap mitra dapur untuk memastikan dapur beroperasi memenuhi standar dan ketentuan pemerintah.

“Kami tetap membantu proses audit kelayakan dapur dan mendampingi mitra apabila ada kebutuhan renovasi atau penyesuaian sesuai arahan pimpinan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, seluruh relawan yang terlibat dalam operasional harian SPPG juga ikut diliburkan. Mereka juga tidak menerima insentif selama masa libur.

“Kalau hari libur, insentif relawan maupun insentif mitra tidak dibayarkan,” kata Wisam.

Ia menyebut relawan biasanya menerima insentif paling sedikit Rp100 ribu per hari. Terkait evaluasi insentif mitra yang sebelumnya disebut mencapai Rp6 juta per hari, Wisam membenarkan angka tersebut pernah berlaku. Namun, ia menegaskan belum ada keputusan terbaru mengenai kelanjutan kebijakan tersebut.

“Untuk ke depannya kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan. Kami hanya menjalankan kebijakan yang ditetapkan,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kapan operasional SPPG di Kecamatan Klojen akan kembali dibuka. Pihak pengelola masih menunggu instruksi resmi dari BGN terkait kelanjutan layanan setelah libur sekolah berakhir.

Editor: Intan Refa

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x