Kota Batu Incar Kesempatan Bergabung di UCCN

CITY GUIDE FM, KOTA BATU — Pemerintah Kota (Pemkot) Batu saat ini tengah mematangkan Seleksi Nasional (Panselnas) Tahap II untuk memasukkan Kota Batu dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027. Wali Kota Batu Nurochman memimpin tim yang terdiri dari Kepala Bappelitbangda Bangun Yulianto, Ketua BPC PHRI Sujud Hariadi, serta Koordinator Tim Dossier UCCN Alan W Hafiluddin.
Kota Batu mengambil gagasan “Batu Agrokreatif: From Mountain Agriculture to Global Gastronomy”. Ketua Komisi Pelaksana Komite Ekonomi Kreatif Kota Batu Muhammad Anwar mengatakan jejaring UNESCO dapat menjadi pintu masuk bagi Pemkot Batu untuk membangun kebijakan yang berorientasi pada penyelesaian persoalan lokal.
“UNESCO itu bukan kompetisi, dia hanyalah capaian dan pintu masuk untuk navigasi pembangunan kota. Kota itu kalau tidak punya tujuan dan navigasi kan sama saja seperti orang linglung. Ini gampangnya supaya tidak linglung, kita punya peta jalannya lewat jejaring global,” terang Anwar.
Baca juga:
ICCF 2025: Jadi Langkah Awal Kota Batu Menuju Kota Gastronomi
Anwar mengatakan, jejaring tersebut nantinya dapat dimanfaatkan ketika Kota Batu menghadapi persoalan seperti tata kota, lingkungan, maupun pertanian. Kota Batu dapat berkolaborasi dan bertukar solusi dengan kota-kota lain yang memiliki karakteristik serupa, termasuk di Jepang atau Amerika.
Proses menuju UCCN 2027 membutuhkan waktu cukup panjang. Setelah pengisian dossier (dokumen) yang dimulai sejak April 2026 dan tahapan seleksi paparan nasional tahun ini, hasil penetapan resmi UNESCO baru diperkirakan akan diumumkan sekitar pertengahan tahun 2027.
Anwar menegaskan pencalonan Kota Batu bukan dilakukan sekadar untuk mendapatkan pengakuan internasional.
“Ini bukan untuk gaya-gayaan. Dengan pendekatan kreatif, partisipasi warganya muncul, dan masalah kotanya bisa diselesaikan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Intan Refa





