Ekonomi dan Bisnis

Dinamika Industri Rokok Jawa Timur, Malang Saingi Kediri

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendera Bea Cukai (DJBC) Jawa Timur II Muhammad Lukman. (Foto: Intan Refa)
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Timur II Muhammad Lukman. (Foto: Intan Refa)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Timur II Muhammad Lukman mengatakan pertumbuhan industri rokok di Malang belakangan telah melampaui Kediri. Pabrik Gudang Garam Kediri selama ini adalah penopang atau berkontribusi besar pada penerimaan cukai di wilayah Jawa Timur II.

“Tapi kita tahu sendiri beberapa waktu terakhir, Gudang Garam sedang mengalami penurunan produksi. Karena memang mungkin banyak pesaing baru dengan harga yang lebih murah. Ini kami sudah tanyakan langsung ke Gudang Garam dan mereka mengakui perlu penyesuaian. Sehingga mereka melakukan penurunan produksi,” terang Lukman.

Celah ini kemudian ditambal oleh produksi rokok di Malang yang berangsur-angsur menunjukkan pertumbuhan. Lukman menyebut saat ini Malang-lah yang menggendong Kediri.

Baca juga:

Buruh Rokok dan Petani Tembakau Kabupaten Malang Segera Terima BLT

Di sisi lain, seiring dengan naiknya kapasitas produksi dan variasi produk, perusahaan-perusahaan di Malang menghadapi tantangan baru yaitu kekurangan tenaga linting atau pelinting. Artinya, kebutuhan pelinting di perusahaan rokok Malang cukup tinggi saat ini.

“Mereka itu saling bajak antar perusahaan rokok ini. Bahkan mereka mendatangkan pelinting itu dari Pasuruan, Tulungagung mendatangkan pelinting dari Kediri, dari Blitar. Bahkan ada satu perusahaan di Tulungagung menyiapkan 50 bus gratis untuk jemput pelinting,” ungkapnya.

Sampai akhirnya, muncullah pelinting laki-laki. Padaha, selama ini pelinting rokok didominasi oleh pekerja wanita. Alasannya, karena jemari wanita lebih ramping dari pada laki-laki dan lebih lihai. Sedangkan sekarang, pekerja laki-laki pun tak kalah lihainya dalam melinting rokok.

Gambaran ini menunjukkan, kebutuhan pelinting di Malang ini relatif meningkat, berdampak pada peningkatan produksi dan penerimaan perusahaan.

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Visual Radio

x