Olahraga

Arema FC Bungkam Isenmulang Kalteng FC di Laga Perdana BRI Super League

Pertandingan Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC (Foto: Heri Prasetyo)
Pertandingan Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KABUPATEN MALANG – Arema FC sukses membungkam Isenmulang Kalteng FC di laga perdana BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan pada Jumat, (4/9/2026). Skuad Singo Edan mendulang empat gol yang dicetak oleh Alfarizi, Diego Luiz Landis, Vinicius dan Mauro Niels.

Hanya selang waktu enam menit, Arema langsung membuka keunggulan di pertandingan yang dipimpin wasit Rio Permana Putra. Gol bermula dari kombinasi satu-dua sentuhan antarpemain Arema.

Alfarizi kemudian menyelesaikan skema tersebut dengan tendangan yang tidak mampu ditangkis kiper Isenmulang, Jefri Wibowo. Permainan Arema semakin agresif dan delapan menit berselang berhasil membuahkan gol.

Serangan dari sisi kiri menghasilkan sepak pojok. Umpan lambung dari situasi bola mati kemudian disambut sundulan Diego Luiz Landis. Bola langsung meluncur ke gawang dan mengubah skor menjadi 2-0.

Baca juga:

Jelang Kontra Isen Mulang Kalteng, Pelatih Arema: Ingin Lebih Agresif

Isenmulang mencoba merespons tekanan tersebut. Namun, Arema masih mendominasi intensitas permainan. Laga sempat berlangsung keras. Betinho diganjar kartu kuning pada menit ke-17 setelah melakukan tekel terhadap pemain Isenmulang, Baiano.

Beberapa kesempatan muncul untuk memperkecil ketertinggalan Laskar Tambun Bungai. Salah satunya terjadi setelah Baiano dijatuhkan di area pertahanan Arema. Wasit sempat melakukan pengecekan VAR untuk kemungkinan penalti. Akan tetapi keputusan akhir menyatakan tidak ada penalti.

Arema kembali melempar ancaman melalui tendangan bebas Gustavo Franca pada menit ke-33. Sayangnya bola melambung di atas mistar gawang Isenmulang.

Tekanan Arema akhirnya kembali membuahkan hasil pada masa tambahan waktu babak pertama. Vinicius mencetak gol pada menit 45+6 sekaligus menutup babak pertama dengan skor 3-0.

Memasuki babak kedua, Isenmulang berusaha memperbaiki permainan. Hingga menit ke-54, tidak ada perubahan skor yang terjadi. Laskar Tambun Bungai itu kembali mendapat peluang melalui tendangan bebas Baiano pada menit ke-60.

Namun, eksekusinya masih melambung di atas mistar gawang Arema yang dijaga Adi Satryo. Arema terus menekan pertahanan Isenmulang dan berbuah gol keempat pada menit ke-85.

Berawal dari sepak pojok, bola liar terjadi di depan gawang Isenmulang. Mauro Niels berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola dan mengubah skor menjadi 4-0.

Isenmulang sempat mencetak gol dua menit sebelum waktu normal berakhir. Namun, gol tersebut dianulir karena ternyata pemain berada dalam posisi offside. Hingga pertandingan berakhit tidak ada gol tambahan lagi yang menandakan kemenangan Arema dengan mengoleksi tiga poin.

“Menurut saya, ini adalah pertandingan yang sulit. Kami menghadapi tim yang sangat kuat dan kompetitif,” kata Pelatih Arema FC Marcos Santos seusai pertandingan.

Marcos memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang mampu menjalankan rencana permainan. Pelatih asal Brasil itu juga menilai kemenangan pada laga pembuka sangat penting, tetapi skuad Singo Edan tidak boleh terlena.

Ia mengomentari efektivitas Arema dalam memanfaatkan situasi bola mati. Kata Marcos skema bola mati merupakan bagian dari persiapan tim. Sementara itu, pelatih Isenmulang Kalteng FC Mundari Karya mengungkapkan timnya menghadapi kendala serius sebelum pertandingan. Persoalan perjalanan membuat Isenmulang tidak dapat pulang dan menjalani latihan secara optimal selama hampir sepekan.

“Memang ada gangguan yang sangat besar. Kami tidak bisa pulang dan tidak bisa berlatih hampir satu minggu,” kata Mundari.

Kondisi tersebut membuat persiapan Isenmulang terganggu. Mundari menyebut timnya kemungkinan langsung menuju ke Bali untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya karena situasi di Kalimantan belum memungkinkan mereka menggelar laga kandang. Mundari mengakui gol cepat Arema turut mengubah strategi timnya.

“Gol yang begitu cepat membuat kami lebih terbuka untuk melakukan serangan. Kami sebenarnya ingin bermain sabar dan menunggu lebih dulu,” kata Mundari.

Meski akhirnya kalah empat gol tanpa balas, Mundari menilai pemainnya mampu memberikan respons setelah kebobolan.

Editor: Intan Refa

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Visual Radio

x