Pemerintahan

Koperasi Merah Putih di Kota Malang Jalan di Tempat

Rapat kerja daerah Dekopinda Kota Malang. (Foto: Heri Prasetyo)
Rapat kerja daerah Dekopinda Kota Malang. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Program Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Malang masih belum berjalan sesuai harapan. Hingga pertengahan tahun, baru dua koperasi yang berdiri di Kelurahan Arjowinangun dan Kelurahan Bandungrejosari. Itu pun belum beroperasi optimal.

Fakta tersebut diungkap Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Malang Tahun 2026. Dalam forum itu, Wahyu secara terbuka menyinggung lambannya perkembangan koperasi kelurahan yang terkendala lahan, regulasi, hingga kesiapan operasional.

“Memang di Kota Malang baru ada dua KKMP yang berdiri dengan bantuan pembangunan. Tetapi pelaksanaannya belum optimal karena masih ada persoalan lahan, tempat, dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya,” ujar Wahyu.

Ia bahkan membandingkan Koperasi Merah Putih Kota Malang dengan daerah sekitar seperti Kota Batu yang menurutnya lebih cepat mengembangkan koperasi karena memiliki aset desa.

“Kalau Kota Batu relatif lebih mudah karena masih punya aset desa yang bisa dimanfaatkan. Kota Malang berbeda, lahannya terbatas. Tapi ini tidak boleh menjadi alasan berhenti,” tegasnya.

Karena itu, Wahyu meminta Rakerda Dekopinda tak berhenti pada agenda formal tahunan. Forum tersebut harus menjadi ruang evaluasi konkret untuk mencari solusi atas mandeknya sejumlah koperasi. Termasuk memperkuat pendampingan agar koperasi tidak berhenti sebatas papan nama.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Malang mulai melirik pendekatan baru yaitu mengawinkan koperasi dengan sektor ekonomi kreatif. Kolaborasi Dekopinda dengan pelaku kreatif bisa menjadi peluang untuk mengubah wajah koperasi.

Selama ini koperasi yang identik dengan simpan pinjam, bisa menjadi ekosistem bisnis kolektif berbasis potensi lokal. Ketua Dekopinda Kota Malang Tugino membenarkan masih banyak pekerjaan rumah memperkuat koperasi.

“Dekopinda bukan organisasi bisnis, tetapi organisasi perjuangan gerakan koperasi. Fokus kami edukasi, advokasi, dan sosialisasi. Karena itu kami berharap keterlibatan aktif seluruh koperasi di Kota Malang,” kata Tugino.

Sementara itu, Pengurus Dekopinda Kota Malang Bidang Kerja Sama dan Digital Vicky Arief menilai pemahaman soal koperasi tidak lagi cukup sebagai lembaga simpan pinjam. Melainkan sistem gotong royong modern untuk mengonsolidasikan kekuatan ekonomi masyarakat.

“Malang ini kota kreatif dunia. Tapi pertanyaannya, bagaimana pertumbuhan ekonomi itu dikelola secara kolektif? Jawabannya ada pada koperasi,” ujar Vicky.

Dekopinda bersama komunitas ekonomi kreatif kini tengah menyiapkan model koperasi kreatif yang merangkul sektor film, animasi, game, desain, kriya, hingga kuliner. Bahkan pada momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Juli mendatang, mereka menjanjikan sejumlah terobosan. Termasuk peluncuran sistem digital integrasi koperasi di Kota Malang.

Editor: Intan Refa

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x