Konsumsi BBM di Malang Naik 10 Persen, Pertamina Tambah Pasokan

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Sales Branch Manager Pertamina Malang Imam Rizki mengatakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Malang Raya meningkat hingga 10 persen. Kondisi itu terjadi karena meningkatnya mobilitas masyarakat dan pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi. Hal inilah yang memicu antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
“Setelah adanya penyesuaian harga, terutama untuk produk-produk nonsubsidi, secara tidak langsung terjadi shifting masyarakat. Dari yang tadinya menggunakan Pertamax, beralih ke Pertalite yang harganya lebih murah,” kata Imam, Selasa (8/9/2026).
Ia menjabarkan peningkatan aktivitas masyarakat di sepanjang Agustus, misalnya masuknya mahasiswa ke sejumlah perguruan tinggi di Malang ikut mendorong peningkatan mobilitas. Terutama kendaraan roda dua.
Baca juga:
BBM Naik, Margin Industri Kuliner Kota Batu Makin Tipis
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, pihaknya telah menambah pasokan BBM dari Depo Malang di Jalan Halmahera. Penyaluran gasoline, termasuk Pertalite, yang biasanya sekitar 700 kiloliter (KL) per hari ditingkatkan menjadi 888 KL per hari.
Artinya, terdapat tambahan pasokan sekitar 20 persen dibandingkan kondisi normal. Kenaikan permintaan tidak hanya terjadi pada Pertalite. Konsumsi BBM jenis gasoil atau Solar di Malang Raya juga meningkat sekitar 10-15 persen.
Pertamina kemudian menaikkan pasokan Solar dari kondisi normal sekitar 280-300 KL per hari menjadi sekitar 360 KL per hari atau naik 20 persen. Imam juga menjelaskan perubahan harga BBM nonsubsidi tidak terlepas dari pergerakan harga minyak mentah dunia.
Menurutnya, harga minyak mentah saat ini berada pada level yang relatif tinggi dari periode sebelumnya. Kata Imam, harga minyak mentah saat ini 92 dollar AS per barel. Sedangkan sebelumnya, harga minyak mentah 40-50 dollar AS per barel dan pada kondisi tertentu maksimal sekitar 70 dollar AS per barel. Kondisi tersebut berdampak terhadap harga jual BBM nonsubsidi.
“Kalau yang subsidi, kelebihannya ditanggung oleh pemerintah. Kekurangan dari biaya keekonomiannya ditanggung oleh negara,” ujar Imam.
Dengan tambahan pasokan tersebut, pihaknya terus memantau distribusi BBM ke SPBU di Malang Raya untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi dan menjaga ketersediaan.
Editor: Intan Refa





