Berdayakan Perempuan Lewat Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Pada bulan Mei ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menggelar kick off Bulan Literasi Keuangan (BLK) yang berkolaborasi dengan Perkumpulan Istri Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PIISEI) Cabang Malang dan Universitas Brawijaya.
Masih dalam suasana peringatan Hari Kartini, BLK diisi dengan talkshow bertajuk “Perempuan Kartini Berdaya di Era Digital: Literasi Keuangan sebagai Kunci Transaksi dan Investasi Aman” pada Rabu (6/5/2026).
“Perempuan dan ibu rumah tangga menjadi sasaran prioritas penerima edukasi keuangan. Salah satunya karena 79,3 persen perempuan menjalankan peran ganda. Literasi keuangan akan melindungi perempuan dari risiko pinjaman online ilegal dan penipuan,” kata Kepala OJK Malang Farid Faletehan.
Kegiatan edukasi tersebut terselenggara secara hybrid. Jangkauan pesertanya sebanyak 500 orang dari berbagai komunitas perempuan serta mahasiswa.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Abdul Ghofar menyambut baik edukasi dan literasi keuangan perempuan di Malang Raya.
“Harapannya, kegiatan ini mampu mendorong agar Ibu-Ibu tidak hanya cakap secara finansial. Tetapi juga berdaya dalam memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung kesejahteraan keluarga,” ucap Abdul.
Pada talkshow ini menghadirkan dua narasumber yaitu Senior Advisor Fraud Banking Investigation BCA dan Ketua Komite Kerja Siber Fraud Perbanas Wani Sabu dan pelaku UMKM Febby AntiQue. Dalam paparannya, Wani Sabu menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap kejahatan siber. Termasuk berbagai modus penipuan digital, maka penting literasi digital ini dalam mendukung keamanan transaksi.
Rangkaian Bulan Literasi Keuangan akan berlangsung dari Mei hingga Agustus. Banyak program unggulan dalam periode ini antara lain Financial Literacy Series dan Financial Literacy Campaign. Serta akan ditutup dengan penyelenggaraan Financial Literacy Award.
Melalui kegiatan ini, OJK Malang mendorong masyarakat, khususnya perempuan untuk semakin meningkatkan pemahaman dalam mengelola keuangan secara bijak. Sekaligus mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan, dan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang legal. (srv)




