Ekonomi BisnisNews

QRISMA Fest Vol 1 di Kayutangan, Digitalisasi Tanpa Tinggalkan Tradisi

Pembukaan QRISMA Fest Vol 1 di Kayutangan Heritage. (Foto: Istimewa)
Pembukaan QRISMA Fest Vol 1 di Kayutangan Heritage. (Foto: Istimewa)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Pembayaran digital di Kota Malang terus mengalami kenaikan yang cukup pesat. Hal ini terlihat dari merchant QRIS di Kota Malang mencapai 68 persen dari 7 kabupaten/kota wilayah kerja Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Malang. Dari segi volume, transaksi QRIS di Kota Malang menyumbang 73 persen atau 20 juta transaksi dari total 28 juta transaksi.

Laju pertumbuhannya dari Maret 2025 ke Maret 2026 pun tumbuh 182 persen. Transaksi di Kota Malang sendiri secara nominal mencapai Rp1,27 triliun.

Karena itulah, Bank Indonesia Malang menggelar QRISMA Fest Vol 1 2026 di Kayutangan Heritage mulai 2-8 Mei 2026. Event yang bertajuk “Gema Kadjoe Tangan” mengusung tema Dari Tradisi ke Transaksi.

Tujuan utamanya adalah mendorong transformasi pembayaran digital dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Malang. Selame festival ini berlangsung ada sejumlah agenda penting yang tidak boleh dilewatkan.

Mulai dari workshop dan sosialisasi digitalisasi sistem pembayaran. Sekaligus business matching pembiayaan perbankan bagi pelaku usaha. Ada juga kompetisi lingkungan bersih untuk menjaga dan merawat atraksi wisata di kawasan Kayutangan.

Kemudian Amazing Race dan Content Competition untuk mendukung promosi wisata Heritage Kayutangan. Lalu ada Malang Merchant QRIS Race yang melibatkan 1.120 merchant di Kota Malang. Serta Kadjoe Tangan QRIS Race dengan dukungan dari BNI, BRI, Bank Mandiri, BCA dan Bank Jatim.

Saat pembukaan QRISMA Fest ini pada Senin (4/5/2026), hadir Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi, Kepala OJK Malang Farid Faletehan, pimpinan perbankan, kepala OPD, serta berbagai komunitas masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi menilai Kota Malang mampu menjaga tradisi dan identitas heritage seraya tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Sehingga transaksi digital dapat tumbuh berdampingan dengan budaya lokal.

“Semangat inilah yang diusung QRISMA Fest untuk mengajak masyarakat naik level dari transaksi tunai ke digital. Serta menjadi bagian dari transformasi ekonomi digital di Kota Malang,” kata Indra.

Melalui QRISMA FEST 2026, Bank Indonesia Malang juga ingin meningkatkan keyakinan masyarakat dan pelaku usaha terhadap QRIS sebagai instrumen pembayaran yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (CEMUMUAH).

Festival ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga wadah edukasi agar masyarakat semakin bijak dalam bertransaksi digital. Serta sarana untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM lokal melalui pemanfaatan sistem pembayaran non tunai.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa Kota Malang mendukung transformasi digitalisasi sistem pembayaran tanpa meninggalkan tradisi. Kawasan heritage peninggalan kolonial seperti Kayutangan tetap menjadi identitas kota Malang.

“Selanjutnya ditambah dengan sentuhan Bank Indonesia, OJK dan juga perbankan, kawasan heritage ini mampu bertransformasi dan mendukung sistem pembayaran digital yaitu QRIS,” ungkapnya.

Kata Wahyu, manfaat QRIS juga tidak hanya untuk UMKM dan merchant, namun juga pengunjung maupun wisatawan untuk memudahkan transaksi pembayaran.

QRISMA FEST 2026 menjadi bukti bahwa transformasi digital tidak harus meninggalkan akar budaya. Justru dari ruang-ruang tradisi seperti Kayutangan Heritage, Kota Malang menunjukkan bahwa warisan masa lalu dapat berjalan beriringan dengan masa depan ekonomi digital. (srv)

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x