Batu Art Flower Carnival (BAFC) 2026 Berlangsung Tanpa Kompetisi

CITY GUIDE FM, KOTA BATU — Sebanyak 38 kontingen mengikuti Batu Art Flower Carnival (BAFC) 2026 yang digelar di sepanjang Jalan Panglima Sudirman pada Sabtu (31/10/2026). Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, parade kendaraan hias bunga tahun ini tidak ada kompetisi. Sehingga parade ini menjadi ruang ekspresi seni, budaya, serta kolaborasi.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengatakan BAFC 2026 mengusung tema Harmoni Sinergi Semesta. Tema ini menggambarkan keterkaitan antara manusia, alam, dan tradisi lokal yang tertuang melalui perpaduan keindahan bunga, seni gerak, musik, hingga kreativitas teknologi.
“Melalui BAFC 2026 ini, bunga kita maknai sebagai simbol kehidupan yang menyatukan manusia dengan alam. Kita tampilkan kekayaan identitas Kota Batu melalui ruang kolaborasi yang memperkuat sinergi seluruh elemen daerah,” kata Onny.
Jumlah peserta tahun ini lebih sedikit dari tahun 2025 yang melibatkan 67 kontingen. Peserta berasal dari berbagai unsur. Mulai organisasi perangkat daerah (OPD), mitra perbankan, tiga kecamatan beserta desa dan kelurahan, hingga pelaku industri pariwisata.
Baca juga:
67 Kontingen Semarakkan BAFC 2025 Kota Batu
Sejumlah pelaku wisata yang terlibat di antaranya Baloga, Mikutopia, Perum Among Tirto, PT Selecta, Santera De Laponte, dan Kaliwatu Group bersama Proflorist Batu. Sedangkan, setiap kontingen terdapat sekitar 20-50 orang yang terdiri dari penampil dan kru lapangan. Sementara jumlah kendaraan hias utama maksimal dua unit untuk setiap kontingen.
Parade dimulai dari depan Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu dan berakhir di persimpangan Galeri Raos. Setiap kontingen menghadirkan kendaraan hias dengan ornamen bunga yang berpadu dengan pertunjukan seni dan musik yang membawa cerita dan identitas lokal ke dalam parade.

Ada yang mengangkat kisah Putri Gunung Banyak serta tema Sungai Brantas yang berkaitan dengan wilayah Kecamatan Batu dan Kecamatan Bumiaji. Wali Kota Batu Nurochman menyebut BAFC sebagai perayaan kreativitas masyarakat yang mempertemukan berbagai potensi daerah.
Dia mengapresiasi keterlibatan petani, perangkai bunga, seniman, dan budayawan yang mengolah hasil pertanian menjadi karya kreatif.
“Sebuah wilayah hortikultura di Kota Batu, bunga tentu sebagai potensi florikultura dan penggerak ekonomi masyarakat. Maka kolaborasi melalui BAFC tahun 2026 tentu menyatukan banyak instrumen, banyak elemen yang kemudian menjadi sajian khas, sajian yang semoga menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung di Kota Batu,” ujar Cak Nur.
Dia berharap kolaborasi masyarakat, dunia usaha, perbankan, pemerintah, seniman, dan budayawan melalui BAFC dapat terus memperkuat identitas Kota Batu sebagai daerah yang memiliki potensi pertanian dan pariwisata.
Editor: Intan Refa





