4 SD di Kota Batu Menumpang di Sekolah Lain Demi Ujian TKA

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Keterbatasan sarana prasarana digital menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 jenjang SD di Kota Batu. Kondisi ini memaksa sejumlah sekolah harus menumpang di fasilitas milik Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdekat demi tetap dapat mengikuti ujian berbasis komputer.
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Batu Daud Andoko mengungkapkan tanpa kolaborasi antar-instansi pendidikan, pelaksanaan ujian berbasis digital akan sulit.
“Untuk sekolah yang menumpang itu memang karena perangkat di sekolahnya kurang. Atau jumlahnya tidak mencukupi untuk jumlah siswa yang ada,” jelas Daud.
Tercatat ada 4 sekolah yang menumpang yaitu SDN Temas 01 yang menggunakan sarana SMPN 03 Batu, SDN Bumiaji 01 dan SDN Pandanrejo 01 di SMP PGRI 02 Batu, serta SD Islam Al-Huda yang menumpang di SMP Darush Sholihin.
Selain masalah lokasi, keterbatasan perangkat juga berdampak pada padatnya jadwal ujian. Kata Daud, ada sekolah yang sempat merencanakan pembagian ujian hingga empat sesi dalam sehari.
“Ada yang sempat mau pakai empat sesi karena sarana terbatas. Kalau sampai empat sesi itu mulainya jam dua siang, kasihan siswa harus menunggu lama dan pasti capek. Paling tidak dua atau maksimal tiga sesi saja,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat mengonfirmasi bahwa pihaknya sengaja menggelar ujian TKA bertahap dalam empat gelombang, mulai 20 hingga 30 April. Pembagian gelombang ini merupakan strategi agar seluruh peserta dapat terfasilitasi meskipun perangkat di sejumlah sekolah terbatas.
“Ini solusi teknis atas keterbatasan perangkat. Gelombang pertama diikuti 19 sekolah, kedua 27 sekolah, ketiga 17 sekolah dan terakhir 10 sekolah. Semua diatur berdasarkan kesiapan sarana masing-masing,” kata Alfi.
Editor: Intan Refa




