Wamenkes Benjamin Ingin Adopsi Sistem Penanganan TBC Kota Malang

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus tampak terkesan dengan sistem penanganan Tuberkulosis (TBC ) di Kota Malang. Menurutnya, integrasi layanan kesehatan, pemetaan wilayah berisiko, serta pencegahan penularan melalui pemeriksaan kontak serumah merupakan langkah yang belum banyak diterapkan daerah lain.
“Kita selama ini lebih banyak mengobati orang yang sakit. Padahal, orang yang tinggal serumah juga harus diperiksa. Kalau tidak sakit, mereka bisa diberi obat pencegahan agar tidak terkena TBC di kemudian hari,” ujarnya dalam kunjungannya di Puskesmas Cisadea Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing, Kamis (30/7/2026).
Yang paling menarik perhatiannya adalah sistem digital milik Kota Malang yang mampu memetakan wilayah berisiko penularan. Bahkan hingga tingkat kecamatan dan alamat rumah. Dengan sistem ini, petugas kesehatan dapat mengetahui lebih cepat lokasi yang membutuhkan intervensi.
“Model seperti ini yang ingin kami adopsi untuk program nasional. Malang memang top,” katanya.
Baca juga:
Januari-Mei 2026, 925 Warga Kota Malang Positif TBC
Benjamin menilai Kota Malang sudah berada di jalur yang tepat. Cakupan pemeriksaan kontak serumah pasien TBC telah mencapai sekitar 68 persen, jauh di atas rata-rata nasional. Selain Jawa Timur, Benjamin menyebut Jawa Barat dan Banten juga menunjukkan perkembangan baik dalam upaya penemuan kasus dan pencegahan.
Pihaknya akan mempelajari sistem penanganan TBC di Kota Malang untuk diadopsi dalam program nasional. Kata Benjamin, capaian temuan kasus TBC secara nasional telah meningkat menjadi lebih dari 80 persen. Saat ini tantangan terbesarnya adalah memastikan seluruh anggota keluarga yang serumah dengan pasien TBC, menjalani pemeriksaan kesehatan. Bahkan memperoleh terapi pencegahan bila perlu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif mengatakan kunjungan Wamenkes Benjamin ini menjadi momentum untuk menunjukkan penguatan layanan kesehatan pemerintah daerah. Termasuk penyediaan fasilitas penunjang penanganan TBC di puskesmas.
Kata Husnul, layanan Tes Cepat Molekuler (TCM) memang belum tersedia di seluruh puskesmas. Karena itu, Pemerintah Kota Malang membagi layanan tersebut ke dalam lima wilayah rujukan agar masyarakat tetap memperoleh akses diagnosis secara cepat.
Editor: Intan Refa





