BGN Akan Prioritaskan Pembangunan Dapur MBG di Daerah 3T

CITY GUIDE FM, KOTA BATU — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depan akan lebih banyak ke daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Sebab, saat ini sebaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Pria yang belum satu tahun dilantik ini menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan dalam Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2026 di Kota Batu, pada Sabtu sore (19/9/2026).
“Pak Presiden berpesan dengan sangat jelas, jangan sampai program MBG ini hanya terpusat di kota-kota besar saja. Anak-anak kita di daerah terluar justru yang paling membutuhkan intervensi gizi ini secara cepat. Makanya, prioritas utama kita saat ini adalah membuka dapur-dapur baru di sana,” ujar Sudaryono.
Baca juga:
Siswa Kota Batu Enggan Santap MBG, Heli Minta Maaf dan Akan Evaluasi
Data BGN sebelumnya menunjukkan konsentrasi dapur MBG di Pulau Jawa cukup besar. Hingga Desember 2025, dari 17.555 SPPG yang telah beroperasi di 38 provinsi, Jawa Barat tercatat memiliki 3.996 SPPG, sementara Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah SPPG terbanyak berikutnya.
Pada Maret 2026, BGN juga mencatat terdapat 4.219 SPPG di Wilayah III. Wilayah ini mencakup sejumlah daerah di luar Jawa. Antara lain Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku dan sejumlah wilayah Papua. Dari jumlah tersebut, 2.138 dapur telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), 1.364 masih dalam proses pengurusan, sedangkan 717 lainnya belum mendaftar sertifikasi.
Ketimpangan sebaran tersebut sebelumnya juga menjadi sorotan MBG Watch. Koordinator MBG Watch Media Wahyudi Askar dalam pernyataan resminya mempertanyakan distribusi SPPG dengan tingkat kerentanan gizi di daerah.
Ia mencontohkan Papua Pegunungan yang memiliki prevalensi stunting sekitar 40 persen tetapi hanya memiliki 13 SPPG. Sedangkan Jawa Barat dengan prevalensi stunting sekitar 15 persen memiliki lebih dari 6.300 SPPG.
Dengan demikian, tantangannya adalah memastikan ekspansi dapur harus menjangkau daerah dengan kebutuhan gizi yang tinggi dan akses layanan yang terbatas.
Editor: Intan Refa





