Pendidikan

Wali Kota Batu Nurochman Pantau Adaptasi Siswa Baru Selama MPLS

Wali Kota Batu Nurochman meninjau jalannya MPLS. (Foto: Asrur Rodzi)
Wali Kota Batu Nurochman meninjau jalannya MPLS. (Foto: Asrur Rodzi)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027, Wali Kota Batu Nurochman meninjau sejumlah sekolah di Kota Batu, pada Rabu (15/7/2026). Ia bertandang ke MI Baiturrohmah Kelurahan Ngaglik dan SMP Darush Sholihin Kelurahan Pesanggrahan.

“Saya hadir untuk melihat langsung proses MPLS yang sekarang sudah masuk hari ketiga. Ada juga beberapa sekolah yang melaksanakan hingga lima hari. Yang utama bagi kami adalah memastikan proses ini berjalan baik, dan lingkungan sekolah benar-benar mendukung kegiatan pengenalan ini,” ujar Nurochman.

Menurutnya, masa awal masuk sekolah menjadi tahap penting bagi proses adaptasi siswa. Karena itu, ia ingin memastikan kegiatan MPLS berlangsung dalam suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Dalam kunjungannya, Nurochman mengamati interaksi antara guru dan peserta didik, semangat para siswa, serta kondisi sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan belajar.

Baca juga:

MPLS Ajang Sosialisasi Anti Bullying, Efektif?

“Anak-anak harus merasa enjoy dan nyaman, baik dengan tempat belajarnya maupun dengan teman-teman barunya. Ini adalah basic dari orientasi agar anak-anak bisa segera beradaptasi dengan lingkungan baru. Bagaimana gurunya, bagaimana anak-anaknya, serta fasilitas di sekolah, semuanya kami identifikasi,” katanya.

Ia berharap pelaksanaan MPLS dapat menjadi awal yang baik bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, sehingga mereka dapat mengikuti proses pembelajaran dengan semangat dan menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang aman dan nyaman. Nurochman juga menegaskan pelaksanaan MPLS di Kota Batu harus bebas dari praktik perundungan (bullying). Maupun segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.

“Melalui Dinas Pendidikan, kami terus memantau dan berkomunikasi dengan para kepala sekolah untuk memastikan proses MPLS ini berjalan dengan kondisi psikologis yang bagus. Jangan sampai ada siswa yang tertekan, dan jangan sampai juga ada guru yang tertekan,” ujar Nurochman.

Ia menegaskan, tidak boleh ada tindakan intimidasi maupun kekerasan dalam bentuk apa pun selama pelaksanaan MPLS. Sebaliknya, sekolah harus mengisi kegiatan dengan program yang edukatif dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

“Dipastikan tidak ada bullying, dipastikan tidak ada kekerasan, baik kekerasan verbal maupun kekerasan fisik. Ini harus dipastikan oleh Dinas Pendidikan melalui komunikasi intensif dengan pihak sekolah,” tegasnya.

Selain itu, Nurochman juga berpesan kepada siswa baru agar mengikuti proses pengenalan lingkungan sekolah dengan semangat serta membangun hubungan baik dengan guru dan teman-teman baru. Ia juga mengajak para tenaga pendidik untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif dan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Untuk murid baru, teruslah semangat. Kenali lingkungan dan teman-temanmu agar bisa menjadi bagian dari proses belajar mengajar yang baik. Taati perintah guru, dan untuk para gurunya, harus tampil secara adaptif,” pungkasnya.

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x