Pendidikan

Nurochman Tantang Mahasiswa KKN UB, Beri Rekomendasi Layanan Publik

Apel penerimaan KKN Tematik mahasiswa FIA Universitas Brawijaya di Kota Batu. (Foto: Istimewa)
Apel penerimaan KKN Tematik mahasiswa FIA Universitas Brawijaya di Kota Batu. (Foto: Istimewa)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Sebanyak 1.273 mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kota Batu. Dalam Apel Penerimaan KKN Tematik di Balai Kota Among Tani pada Selasa (14/7/2026), Wali Kota Batu Nurochman mengatakan KKN menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Sekaligus memahami kondisi nyata masyarakat. Sebab, selama pelaksanaan KKN, para mahasiswa akan tinggal di sejumlah desa di Kota Batu. Menurutnya, pengalaman terjun langsung ke desa akan memberikan pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan tingkat desa serta berbagai persoalan sosial.

“Ini adalah tempat ilmu pengetahuan diuji oleh realitas kehidupan masyarakat. Nanti anak-anak sekalian akan melihat langsung situasi dan kondisi masyarakat kita di seluruh lapisan,” ujar Nurochman.

Ia berharap para mahasiswa tidak hanya mengandalkan teori yang dipelajari di kampus. Tetapi juga mampu mengamati, menganalisis, dan memberikan kontribusi nyata dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan di desa.

Baca juga:

KKN Mahasiswa Masih Penting Gak Sih?

Selain menjadi bagian dari proses akademik, KKN juga diharapkan mampu membangun karakter mahasiswa melalui pengalaman langsung berinteraksi dengan masyarakat dan pemerintah desa. Pemerintah Kota Batu pun berharap kolaborasi dengan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya dapat terus berlanjut.

Mahasiswa ditantang beri rekomendasi pelayanan publik

Wali Kota Batu Nurochman mendorong para mahasiswa KKN UB ini untuk ikut memberikan masukan terhadap kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Batu.

Menurut Nurochman, MPP merupakan pusat berbagai layanan administrasi masyarakat. Sehingga dapat menjadi tempat belajar sekaligus ruang bagi mahasiswa untuk mengamati langsung proses pelayanan publik.

“Mal Pelayanan Publik utamanya, ini juga memberikan ruang interaksi kepada masyarakat kita. Kalau kemudian anak-anakku sekalian ada yang ditempatkan di sana, bisa melihat langsung bagaimana proses pelayanan cepat yang dilakukan oleh pemerintah,” ujar Nurochman.

Selama menjalani KKN di Kota Batu, para mahasiswa akan bersentuhan langsung dengan berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan. Mulai dari pelayanan publik, tata kelola birokrasi hingga pemberdayaan masyarakat.

Nurochman mengakui pelayanan publik yang diberikan pemerintah masih memiliki ruang untuk diperbaiki. Karena itu, ia membuka kesempatan bagi para mahasiswa untuk menyampaikan ide, kritik, maupun rekomendasi yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Batu.

“Tetapi demikian, tetap saja ada evaluasi, koreksi, komplain dari masyarakat. Tentu itu akan terus meningkatkan apa yang menjadi kewajiban-kewajiban kami. Anak-anakku sekalian boleh memberikan ide gagasan, barangkali ada rekomendasi-rekomendasi bagaimana pelayanan publik yang baik kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah tidak hanya sebatas pelaksanaan KKN. Tetapi juga mampu melahirkan gagasan-gagasan baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kota Batu.

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x