The Alana Hotel Malang Ajak Komunitas Pejuang Mimpi Belajar Batik

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Menuju Hari Jadi ke-3, The Alana Hotel and Convention Center Malang mengajak Komunitas Pejuang Mimpi untuk belajar batik painting dan ecoprint. Dengan mengusung semangat “3 Years, Times The Joy”, kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus mendukung kreativitas melalui pemanfaatan kembali linen hotel yang sudah tidak terpakai.
Ada 12 anak dari Komunitas Pejuang Mimpi yang belajar mengenal serta mencoba teknik menghias kain menjadi media berkarya sehingga memiliki nilai guna dan potensi ekonomi baru. Cluster General Manager The Alana Hotel and Convention Center Malang Sistho A Sreshtho menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
“Bagi kami, kegiatan CSR ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga kesempatan untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Komunitas Pejuang Mimpi, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Sekaligus menunjukkan bahwa material yang sudah tidak digunakan masih dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus memberikan manfaat bagi komunitas dan menjadi bagian dari komitmen The Alana Hotel and Convention Center Malang untuk tumbuh bersama masyarakat,” ujar Sistho.
Baca juga:
Wah, Ada Legenda Rempah Noesantara di The Alana Hotel Malang
Tim hotel yang terdiri dari jajaran Head of Department (HOD) serta tim Sales and Marketing turut mendampingi jalannya kegiatan. Pemanfaatan linen hotel yang sudah tidak digunakan menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Selain memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menghasilkan karya, inisiatif ini juga memperkenalkan konsep pemanfaatan kembali material agar memiliki nilai dan fungsi baru.
Selanjutnya, produk hasil karya Komunitas Pejuang Mimpi akan dipasarkan di hotel. Seluruh hasil penjualannya, 100 persen akan disalurkan ke rekening Komunitas Pejuang Mimpi. Sistho berharap kolaborasi ini dapat membuka peluang yang berkelanjutan bagi komunitas untuk memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas.
Editor: Intan Refa





