SRMP 14 Kota Batu Siapkan 90 Kuota Angkatan Kedua

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu membuka kuota pendaftaran peserta didik baru untuk angkatan kedua. Setelah menyelesaikan tahun pertama bagi 148 siswa angkatan perdana, di angkatan kedua kini menyediakan kuota sebanyak 90 siswa baru.
Berbeda dengan sistem penerimaan peserta didik di sekolah reguler, SRMP 14 menerapkan seleksi berbasis data kesejahteraan sosial. Anak dari keluarga yang masuk desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akan lebih diprioritaskan.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengatakan proses pendaftaran dan penjangkauan calon siswa saat ini masih berlangsung. Verifikasi data menjadi tahapan penting untuk memastikan program pendidikan gratis ini tepat sasaran.
Baca juga:
Sekolah Rakyat Dimulai, Inikah Jawaban Pemerataan Pendidikan?
“Yang angkatan kedua ada kuota 90 anak. Ini masih proses pendaftaran dan penjangkauan. Karena datanya harus detail. Jangkauannya di desil 1 dan 2, tapi mungkin nanti ada kebijakan-kebijakan lagi,” kata Heli.
Kata Heli, proses rekrutmen ini cukup terbantu dengan informasi yang menyebar dari mulut ke mulut di tengah masyarakat. Banyak siswa angkatan pertama yang mengenalkan program Sekolah Rakyat kepada teman-teman mereka yang mengalami keterbatasan ekonomi atau tidak melanjutkan pendidikan.
“Rekrutmennya sudah mulai. Ini ada yang gethok tular dari anak-anak di sini. Biasanya mereka punya teman-teman di kampung yang tidak sekolah atau memiliki keterbatasan ekonomi, lalu saling memberi informasi. Saya mendapat informasi seperti itu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SRMP 14 Kota Batu Yulianah Suharyono mengatakan proses penjaringan calon siswa telah berlangsung sejak sekitar satu bulan terakhir. Tim dari Dinas Sosial saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi terhadap anak-anak yang masuk kategori sasaran program.
“Untuk pelaksanaannya sudah dilakukan sejak sebulan lalu,” kata Yulianah.
Yulianah Suharyono mengatakan calon siswa yang memenuhi kriteria program namun tidak dapat tertampung akan dialihkan ke Sekolah Rakyat lain yang masih memiliki kapasitas. Salah satunya sekolah rakyat di Kabupaten Blitar.
Editor: Intan Refa




